inhale every moment

everything has it's inspiring story

Memutuskan Menikah

WhatsApp Image 2017-07-10 at 11.03.04

Halo, sudah terlampau sangat lama sejak terakhir saya mengisi segelintir pelajaran yang saya ambil dari keseharian. Yang terakhir adalah 7 bulan lalu.

Saya kini telah menikah. Proses yang saya lalui cukup cepat. Mungkin sekitar 4 bulan dari teman biasa hingga teman sekamar. Upacara pernikahan kami sangat sederhana. Hanya akad nikah di masjid kampus kami (kami kuliah di jurusan&kampus yang sama) lalu makan di sebuah restoran dengan tamu yang 80% adalah keluarga besar.

Menikah itu keputusan diri sendiri, keputusan pasangan kita beserta keluarga kedua belah pihak yang rela menikah(kan) ‘cepat’. Ada banyak nasihat mengenai relationship bahkan kubaca dari facebook. Banyaknya tentang kemampuan saling menghormati dan menghargai. Berikut beberapa hal yang saya baca sebelum menikah:

pertanyaan untuk refleksi

pertanyaan pada calon pasangan

pertanyaan pada diri sendiri

Riset mengenai hubungan pasangan-pasangan yang berhasil

Jika bingung mengapa beberapa hubungan tidak berjalan baik dan akhirnya berakhir

Sebenarnya cukup banyak yang bisa dibaca untuk kembali meyakinkan diri apakah saya siap? dia siap? kami siap? mengapa sekarang? apa tujuan kami sama? dll

Tentu perlu pemikiran yang matang sebelum memutuskan menikah karena menikah itu sangat lama perjanjian kerjasama nya, bisa dua kali lipat lebih lama daripada usia saat ini. Saya menikah di usia 28 tahun.

Alasan Menikah

Menurutku, alasanku untuk menikah belum cukup banyak/kuat. Mungkin, sekitar 70%, yang berupa faktor pendorong namun sedikit faktor penarik. Saya agak lelah jika harus memaksakan diri berkenalan dengan orang baru dan lelah juga jika harus ada tambahan satu teman pria yang mendekat tapi ku tak bisa beri apa-apa. *apa coba* intinya menjaga diri dari ……. *tapi ga bisa jaga diri dari suami sendiri* wkwkwk

Menikah dengan dia

Aldi bukanlah orang asing. Berteman lama, 10 tahun dengan jarak beragam, bekerja bersama dalam hal2 yang passion driven, bisa voluntarily maupun professional. Salah satu alasan utama adalah karena merasa sudah kenal dia dalam beragam keadaan dan rata-rata ada kesamaan pandangan. Untuk menuju pernikahan, seperti saat itu cuma butuh diskusi ingin kehidupan pernikahan seperti apa, apakah tujuan kami sama, apakah nilai2 yang kami anut sama? Adakah syarat2 khusus? Dan mungkin hardest question would be, akankah kami tetap bisa menjadi diri kami masing-masing saat bersama? Diri sendiri yang sama-sama tumbuh dan belajar.

Tentang kelebihan dan kekurangan calon pasangan

Untuk yang ini… Mungkin pertimbangannya, kelebihan dan kekurangan apa pada dia yang bisa kita toleransi. Kelebihan dan kekurangan itu keduanya punya dua sisi.  Misal, suami saya yang aktif, gaul, eksploratif, kreatif, innovatif, yang suka banget bikin sesuatu yang baru, disisi lain pasti artinya, waktunya akan terbatas di rumah.  Atau kalau ingin bareng, berarti saya harus ikut di kegiatannya. Kadang ada pikiran juga untuk sama sibuknya dengan dia, menyibuka diri dengan urusan sendiri, namun kalau begitu, artinya ga ada yang mengalah akan lebih kecil waktu bersama, kecuali dengan kesepakatan tertentu. Tentu hal-hal begini sangatlah bergantung kebutuhan dan kesepakatan kedua belah pihak, sehingga sangat tidak dianjurkan untuk membandingkan dengan keluarga lain.

Pernikahan itu kosong. Tidak ada apa-apa disana jika tidak diisi (memberi), jika terus menerus meminta, akan habis. Kami sepakat bahwa, pernikahan terdiri atas dua pribadi mandiri yang independent (bukan yang membutuhkan orang lain / pasangan untuk menjadi komplit) dan yang bisa menciptakan kebahagiaan mereka sendiri. Pada akhirnya, pernikahan itu menjadi wadah untuk saling memberi, untuk kemudian menggandakan kebahagiaan. Karena kehadiran anak2 tentu menambah jumlah orang utk diberi waktu, kebahagiaan, perhatian. Tapi, menurut hasil riset baiknya utamakan kepentingan hubungan pernikahan dibandingkan kepentingan/kebutuhan anak-anak.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 17, 2017 by in Uncategorized and tagged , .
%d bloggers like this: