inhale every moment

everything has it's inspiring story

Hidup itu …

Saya kira kemarin-kemarin saya sempat mengalami depresi. Ringan sih tampaknya, karena sekarang sudah merasa jauh lebih baik. Gejalanya seperti ini: Sulit tidur, sulit bahagia, agak mati rasa (perasaan) namun kadang sangat sedih dengan sangat berjam-jam menangis, lalu mati rasa kembali, tak tahu kondisi apa yang bisa membuat saya bahagia, kehilangan ketertarikan terhadap hobi atau kegiatan apapun, tidak merencanakan apapun untuk masa depan, ingin semua berakhir saja karena super lelah.

Mungkin itu titik terendah. Titik-titik rendah lainnya mungkin ada, namun saya sudah belajar mengacuhkannya dan tidak begitu ambil pusing.

Setelah titik terendah, tentu berjalan ke arah kenaikan bukan? Meski dengan kondisi ‘zombie’, namun dimulai pula serangkaian kontemplasi semacam ini, kenapa saya harus terus hidup? apa sebenarnya makna hidup? Yang kudapat adalah bahwa hidup adalah untuk diisi dengan senyuman tulus. Bukan tentang capaian-capaian apalagi agar bisa menang dalam kompetisi untuk terlihat ‘wah’ didepan orang lain yang juga belum tentu penting perannya dalam hidup kita. Tapi sesederhana bisa sangat sering tersenyum karena berusaha mengisi setiap kegiatan dengan penuh makna, penuh syukur dan rasa cukup. Yaitu saat dimana terasa tenang dan damai dalam hati –percakapan lately dengan seorang sahabat yang berkata bahwa surga adalah state of mind, bukan suatu tempat, maybe this is it-. Sudah tentu tidak berkaitan dengan pekerjaan, status, uang, seseorang karena bisa dimiliki oleh siapapun dimana pun, namun terkait dengan apa yang dia lakukan dengan hidupnya.

Perlu jatuh, perlu gagal, untuk tahu hal apa yang benar-benar penting. Perlu menjadi sangat lemah untuk tahu seberapa kuat diri sendiri untuk bisa berdiri untuk diri sendiri. Rasa sakit, mungkin itu yang dibutuhkan untuk menjadi lebih kuat, belajar dan tumbuh. Belajar not to give a sh*t, not to sweat the small things, untuk hal-hal yang merugikan, yang menghambat pertumbuhan diri sendiri, yang memberi harapan palsu, untuk peduli pendapat orang lain tentang diri kita. Belajar berekspekasi rendah, dan merasa cukup dengan apa yang ada.

2 comments on “Hidup itu …

  1. gautamakarisma
    October 24, 2016

    Wew, susan pernah sedepresi itu?
    apa yang diliat di layar kaca emang ga selalu nyata ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 24, 2016 by in Uncategorized and tagged , .

Navigation

%d bloggers like this: