inhale every moment

everything has it's inspiring story

Online Lecture – IYOIN

WhatsApp-Image-20160521

Suatu hari, saya diminta menjadi pemateri di online lecture via Whatsapp… 

OLEC IYOIN #2 JAKARTA
GO THE EXTRA MILES TO YOUR DREAM

Pemateri: Susan Hanuningrum Krisanti
Hari: Minggu, 22 Mei 2016
Waktu: 15.00-17.00 WIB

 

(Script made by me with my cracks)

Halo teman-teman semua peserta Online Lecture IYOIN. Semoga sehat dan bersemangat semua sore ini😀

Perkenalkan saya Susan H. Krisanti. Saya ditawari untuk memberi materi disini karena saya sempat menulis artikel di sini..

http://indonesiamengglobal.com/2015/01/kuliah-dengan-beasiswa-sambil-promosikan-seni-budaya-indonesia-di-luar-negeri/. Mungkin buka linknya nanti saja ya kalau bosan.

Profil singkat saya di linkedin ada disini. Namun belum di-update lagi https://www.linkedin.com/in/susan-krisanti-5a985b76.

Saya berkesempatan untuk banyak menampilkan tarian tradisional selama tinggal di Melbourne selama 2 tahun sambil menempuh S2. Saya lulus 5 bulan lalu dari RMIT University, di Melbourne, Australia. Bisa sekolah di luar negeri karena beasiswa LPDP, PK-2, tahun 2013.

Sebelumnya, saya tertarik dengan nama organisasi ini, “International Network”, berarti fokus utamanya bukanlah keluar negeri, ataupun belajar keluar negeri, tetapi jejaring antar negara, begitu bukan? Mungkin kebetulan terarah dan mengerucut ke belajar di luar negeri yah?! Hehe. International Network kan tidak melulu didapat dari sekolah ke luar negeri yah. Hehe. Ada cara lainnya, seperti konferensi, magang, pertukaran pelajar, liburan ke luar negeri, atau bahkan melibatkan diri di jaringan internasional yang ada di dalam negeri, misalnya dengan membuat acara dengan sekolah internasional??

Ehm, mungkin kembali ke topik dimana saya bisa berbagi pengalaman saya saja ya.. mungkin dari pengalaman buruk? Saya merasa kurang menggali rencana saya kedepan seperti apa sebelum S2. Mengapa saya harus mengambil S2, mengapa di bidang tersebut, dan apa sebenarnya yang akan saya dapat dengan bersekolah di sana pada saat itu, baru lulus S1 dan sedikit pengalaman kerja. Saya pribadi merasa kekurangan tujuan untuk melanjutkan kuliah. Tujuan saya saat itu karena ingin mencoba sesuatu yang baru dan mencoba hidup mandiri (belum pernah ngekost). Saya rasa tujuan seperti ini, kurang kuat ya. Ini, menjadi saran saya bagi teman-teman semua untuk kembali memikirkan dan menggali potensi, keinginan, dan rencana ke depan agar keputusan untuk ingin sekolah di luar negeri adalah cara terbaik untuk membantu mewujudkan cita-cita teman-teman semua. Tentu ada hal yang terkorbankan juga saat teman-teman kuliah di luar negeri.

Salah satu teman saya, yang saya rasa benar-benar berhasil dalam memanfaatkan waktunya saat sekolah di luar negeri adalah teman sebangku saya saat kuliah S1 di Bandung, bernama Wahyu Pratomo. Sekarang sedang kuliah di Delft, Belanda, dan mengambil master of Urbanism. Ia benar-benar tahu ingin belajar apa dan bagaimana kuliahnya bisa menunjang karirnya nanti. Ia juga menekuni hobinya yang sangat bersesuaian dengan apa yang ia pelajari. Ia bahkan membuat projek-projek video di Belanda dengan beberapa temannya yang warga negara asing. Karyanya, berupa video (mostly), foto dan tulisan sudah sering dimuat di media setempat dan media Internasional. Tengoklah nanti kumpulan videonya di https://www.youtube.com/channel/UC26S5EnZ_XaiMlLNW14IaIA

Bila, seseorang bertanya pada saya bermanfaatkah kuliah S2, saya akan rekomendasikan padanya jika ia punya minimal 20 alasan untuk S2. Alasannya harus bisa diukur, menunjang karir, sesuatu yang ia sukai/sesuai passion, bisa bermanfaat bagi orang lain. Ia juga saya sarankan untuk memiliki rencana-rencana untuk dilakukan selama di luar negeri, misalnya mengikuti konferensi, membuat projek/kegiatan sehingga bisa berjejaring dengan para ahli di negara setempat atau rencana-rencana hebat lainnya sesuai kemampuan. Hal ini tentunya karena kesempatan bisa tinggal di luar negeri hanya sebentar.

Saya pribadi saat kuliah di luar negeri, melibatkan diri di acara budaya Indonesia di Melbourne. Karena memiliki pengalaman mengikuti Ship for Southeast ASEAN and Japanese Youth Program (SSEAYP) untuk belajar, menampilkan dan bahkan mengajarkan tarian tradisional Indonesia, saya ingin juga kembali mempromosikan Indonesia dengan cara ini. Selama dua tahun, saya ikut menampilkan ‘Saman’ selama 21 kali (sebagai penyanyi –mostly-), saman workshop 6 kali; tari topeng kelana Cirebon 7 kali (1 kali parade Moomba); Tarian Minang 2 kali. Beberapa penampilan dibayar secara professional, beberapa dibayar dengan makanan, beberapa kesempatan lainnya tidak dibayar. Namun tentu yang dicari berupa kepuasan batin telah menghibur orang lain dalam balutan ciri khas Indonesia. Dan jangan lupa kembali untuk berjejaring dalam kancah Internasional.

sus2

Saya dalam beberapa kostum khas Indonesia

Belajar menari menyanyi dimana? Karakter saya memang tak suka banyak bicara, jadi menyanyi menjadi salah satu cara saya berekspresi. Saya belajar menari awalnya karena terpaksa untuk persiapan mengikuti SSEAYP. Namun karena menari juga berupa sesuatu bentuk ekspresi, saya menjadi menikmati menari. Saat saya menampilkan sesuatu yang Indonesia banget, khas Indonesia, yang negara lain tidak punya di depan orang-orang dari negara lain, saya baru merasa bahwa saya ini orang Indonesia. Yang tentunya baru terasa ketika menampilkan sesuatu yang khas dari Indonesia. Kekhasan itu adalah yang membanggakan. Jadi, sekedar saran, pelajari dan tampilkan sesuatu yang khas Indonesia, agar merasa seperti memang orang Indonesia yang punya ciri khas. Bentuknya bisa macam-macam tentunya, seni pertunjukan, kuliner, beladiri, seni lukis dan lain sebagainya. Tak harus menguasai hingga benar-benar mahir, cukup dapat menunjukan dan merasa bahagia menunjukkan ke-Indonesia-an tersebut, karena pada umumnya orang dari negara lain tidak tahu sama sekali.

Mempelajari seni budaya Indonesia bisa menjadi nilai plus dalam beragam kesempatan, terutama saat ada kesempatan ke luar negeri. Bahkan beauty pageant, abang none, pertukaran pelajar/pemuda antar negara juga mensyaratkan adanya kemampuan menampilkan seni budaya Indonesia. Saat Program Kepemimpinan / Persiapan Keberangkatan (PK) LPDP, para peserta akan diminta untuk menampilkan seni budaya Indonesia. Pada dasarnya, LPDP mencari orang-orang yang berjiwa nasionalis, yang sayang pada Indonesia. Tentu cara menyayangi Indonesia tak hanya dengan mempelajari seni budaya.

Hal lain yang saya lakukan saat tinggal di luar negeri adalah jalan-jalan, foto-foto, ikut jadi panitia pemilu di kedutaan Indonesia, ikut kontes foto.

 

Mengunjungi Mt Buller

Wajib mencari salju!

1010114_10204865793142982_1922772796044097191_n

Ikut kontes foto berhadiah 1) kamera polaroid 2) 3D Printer

Oke. Kembali ke topik belajar. Saya mengambil Arsitektur Lansekap di RMIT, setelah S1 mengambil Arsitektur. Australia saya pilih karena jarak yang relatif dekat untuk saya yang belum pernah ‘ngekost’ sebelumnya. RMIT juga adalah sekolah yang relatif dekat dengan dunia praktek, saya berkesempatan mengenal dekat dengan 3 biro arsitektur lansekap saat kuliah. Kecendrungan RMIT adalah ke arah desain konseptual yang mengedepankan kebaruan.

RMIT, Royal Melbourne Institute of Technology, memang benar-benar dekat dengan teknologi. Terutama dalam hal fasilitas. Ruang kelas yang bisa di booking dengan powerpoint, papan tulis touchscreen, sensor suhu dan gerak untuk menyalakan lampu, kartu mahasiswa yang juga sebagai kunci masuk ruangan, mengaktifkan printer, meminjam buku di perpus dan tentu saja sebagai kartu diskon untuk masuk nonton di bioskop dan tiket objek wisata.

Picture1

Fasilitas RMIT: ruang belajar canggih, robot canggih, interior futuristik, wisuda di stadion

Hal yang baru saya ketahui namun tak terbayangkan sebelumnya adalah bahwa di universitas di negara-negara maju yang menampung international student, adalah kenyataan bahwa akan banyak mahasiswa dari China. Di Australia, terutama S2, 50% ke atas adalah murid dari Cina daratan.

Dosen di Australia sangatlah adaptif, sehingga akan berbicara dengan jelas sehingga lebih mudah dimengerti walaupun berlogat Inggris Australia. Lalu, tentu dengan tinggal diluar negeri, ada banyak hal baru yang berbeda dari cara hidup di Indonesia. Melbourne sering mendapat penghargaan sebagai the most livable city di dunia, atau kota ternyaman untuk ditinggali. Saya sangat senang dengan transportasi umum yang nyaman, banyaknya taman dan ruang publik. Saat harus berinteraksi, orang di sini ramah. Misalnya kasir, penjual di pasar atau siapapun di telefon. Mereka akan selalu bertanya, “Hey, how are you?,” saat bertemu di kasir, lalu setelah selesai transaksi, mereka akan berkata, “Have a good day!”. Orang Australia jago banget ngantri. Di toilet, cara mengantri yang benar adalah di saat menemukan percabangan dimana akan menuju pintu-pintu toilet. Saat kembali ke Indonesia, saya merasa “reverse culture shock”, menangis karena macetnya jalan, banyak pria yang tak bersedia memberi jalan untuk saya, penuhnya pasar yang rela mendesak orang lain. Kemudian berefleksi diri. “Benarkah orang Indonesia ramah?” atau “Apakah agama benar-benar diperlukan? Negara ini, Australia, maju tanpa perlu mengedepankan agama.

Living Cost di Australia itu mahal. Namun LPDP memberikan uang lebih dari cukup untuk hidup di sini. Ya, tapi gitu, uangnya berasal dari rakyat Indonesia, jadi segen-segen gitu, harus memaksakan diri untuk belajar dengan serius. “Belajar” dalam hal general. Tak hanya tentang kehidupan kampus.

Ya, bila sudah punya 20 alasan untuk kuliah di luar negeri, silakan berjuang untuk mewujudkannya. Bisa lihat perjuangan teman kita berikut yang patut diteladani:

https://kikyedward.wordpress.com/2016/05/13/panduan-lulus-masuk-berbagai-universitas-dunia-dan-beasiswa-sekali-tembak-ala-kiky-edward/
Namun, jangan lupa, kalau ambilnya beasiswa dari pemerintah Indonesia, akan terbayang-bayang rasa berhutang, sehingga di masa depan akan lebih memilih hal-hal yang terasa mengurangi rasa berhutang ini.

Tentang menulis. Salah satu kegiatan saya sehari-hari adalah blogging. Saya menulis dengan harapan anak dan cucu saya nanti bisa baca, bisa mengetahui kegiatan saya saat ini. Lalu juga, saya menulis karena merasa sudah terlanjur diberi beragam hal oleh Sang Maha Pemberi dengan mudah, sedangkan orang lain mungkin harus berjuang keras, maka menulis ttg secuil ilmu yang saya punya merupakan bentuk saya “paying forward” kebaikan. Ya.. kenyataanya kan kita suka googling kalau bingung, ada saatnya kitalah yang perlu kasi informasi saat orang lain mengoogling

Saya disini bukanlah seseorang yang sukses dalam menjalani apa yang telah saya lalui. Bisa jadi hanya sekedar melaluinya lebih dahulu daripada teman-teman. Ada saatnya saya merasa sangat dimudahkan saat melewati rintangan, namun ada saatnya justru sangat kesulitan dengan hal yang sederhana. Apapun itu, mungkin harus sering bersyukur dan bersabar. Saya juga disini bukan menyarankan teman-teman untuk mengikuti langkah-langkah yang saya ambil, namun sekedar bercerita sepotong jalan hidup saya. Tentu, untuk mencapai tujuan yang sama, jalan yang dilalui tak mesti melalui jalan yang saya lalui.

Untuk mencapai impian yang besar, tentu butuh pengorbanan yang besar. Selain itu, selalu persiapkan diri untuk mendaki lebih tinggi daripada yang dikira untuk mencapai tujuan. Selalu seru untuk mencoba hal baru dan terus tumbuh untuk menjadi pribadi yang selalu haus ilmu dan petualangan. Sekian sharing dari saya kali ini. Jika ingin bertanya lebih lanjut, bisa melalui email susankrisanti@gmail.com.

Kalau butuh sosmed saya, namun gak penting-penting amat isinya, jarang bales juga si saya mah. https://twitter.com/susankrisantihttps://www.facebook.com/susankrisanti

 

bbbbbbbbb

Harapan saya pada teman-teman semua adalah, LAMPAUILAH SAYA!

 

SESI TANYA JAWAB :

1. Edy Bumbungan
a. Waktu daftar LPDP, kemungkinan besar akan ditanya “apa kontribusi yang akan dilakukan buat Indonesia setelah kuliah ? Nah, bisa dicertiain ga kak kemarin jawab kontribusinya itu apa ya sehubungan dengan jurusan kakak Arsitektur Lansekap?
b. Beasiswa LPDP sangat menonjolkan leadership. Apakah dalam hal ini ada ketentuan measurement gitu dari LPDP terkait kemampuan leadership ini? misalnya pernah jadi ketua BEM, ketua Himpunan, ketua kepanitiaan atau jabatan penting lainnya?

Jawab :
a. Yup.. sebelumnya kan di essay LPDP sudah saya tulis kontribusi yang telah sedang dan akan saya lakukan. Pertama-tama melanjutkan hal-hal yang saya sedang lakukan saat itu, seperti menulis. Saya waktu itu mengutarakan niat untuk menjadi staff di kampus saya di Bandung. Dan sekarang saya jadi asisten akademik di almamater saya saat S1
b. Saya saat itu ikut LPDP di PK-2, tahun 2013, maka saya kurang tahu dengan pasti mengenai perkembangan terbaru saat ini. Terkait kemampuan leadership, saya kurang tahu ya.. Menurut saya dan beberapa awardee/alumni yang diprioritaskan adalah apakah ia memiliki rasa nasionalisme, apakah dia termasuk orang yang kontributif pada masyarakat. Menurut saya tak harus menjadi pemimpin, namun bagaimana perannya saja dalam berorganisasi yang berkontribusi ke masyarakat

2. Nenggi
Untuk ka Susan, apa suka duka nya ka susan untuk kuliah di LN dan ka Susan juga sebagai mahasiswa yg belum pernah kos, sekali tinggal sendiri di LN pula, thanks.
Jawab:
Suka: belajar mandiri, mengatur diri sendiri, bebas mau kemana jam berapa, relatif aman melbourne, namun perlu mewaspadai jam2 ada orang yang mabuk. Belajar hal baru. Mendapat perspektif baru, cara pandang baru terhadap dunia. Tahu bahwa banyak sekali kebaikan di dunia dengan cara yang beragam. Belajar agar tidak cepat menilai (judging) seseorang berdasarkan apa yang terlihat atau yang saya tahu. Kesempatan juga untuk memperkenalkan Indonesia. Mengetahui posisi diri/negara di mata internasional. Belajar bagaimana sifat-sifat orang di negara maju
Duka: Kangen masakan ibu, pedagang makanan yang buka malam-malam. Hmm, menyadari bahwa adzan, masjid, keluasaan untuk sholat adalah luxury di Indonesia.
Kadang merasa asing, perasaan I dont belong there. Fakta bahwa S2 di Australia ternyata lebih sulit daripada yang dibayangkan. Perasaan harus lulus ontime, tidak boleh delay. Pulang ke Indonesia reverse culture shock.. sedih kenapa ternyata ga senyaman tinggal di negara maju. Tapi intinya adalah belajar. Baik buruk pengalaman adalah tentang mengambil pelajaran sih kalau buat saya. Dan saya tidak menyesal memutuskan untuk berpetualang🙂

3. Annisa Nur Aini
Bagaimana sih cara gabung di SSEAYP apa ada syaratnya, atau organisasi lain yg serupa? Pengen gabung diorganisasi kesenian gitu untuk menunjang kualitas kita dalam apply beasiswa,kebetulan skill saya dipaduan suara & tidak ditari.
Jawab:
SSEAYP itu salah satu dari PPAN, Pertukaran Pemuda Antarnegara yang diselenggarakan oleh Kemenpora. Tujuan negara ada China, Australia, Malaysia, India, Jepang
Oh ya Korea juga ada.. PPAN ini seleksinya setiap tahun ada utk pemuda antara 18-30tahun. Caranya ikut seleksi sesuai KTP domisili. Saya di Cimahi.. jadi ikut seleksi di http://pcmijabar.org/. Untuk yang asal provinsinya Jakarta, bisa cek disini http://pcmijakarta.com/

4. Isma
Saya sedang persiapan untuk melamar beasiswa LPDP. Namun terkadang saya merasa kurang percaya diri melihat banyaknya prestasi yg telah ditorehkan oleh para awardee. Sebenarnya apa sih yang paling dicari oleh LPDP?
Jawab:
Jika merasa kurang, bisa dengan cara mengumpulkan prestasi dari sekarang. Yg paling dicari menurut saya adalah org yg ketika diberi beasiswa, dia takkan menyimpan ilmu dan kelebihannya untuk diri sendiri, namun akan membaginya dgn rakyat indonesia lainnya. Jadi pertama sesuai syarat secara akademis dan berkarakter nasionalis (🏻pendapat pribadi brdsrkan pengalaman dan pengamatan)

5. Rofiq
Bagaimana peluang kerja part time pada saat kuliah di LN?
Jawab:
LPDP tidak menyarankan untuk kerja part time saat kuliah. Biaya yang diberi sudah cukup. Sebagian negara tidak membolehkan bekerja dalam visa studentnya. Di Australia visa student termasuk izin bekerja bagi mahasiswa max.20jam seminggu. Namun kini LPDP melarang kerja setahu saya agar fokus kuliah. Setelah kuliah, LPDP memboleh utk intership di LN maks setahun. Namun tidak diberikan living allowance *LPDP membolehkan utk intership setelah lulus kuliah. Setelah itu wajib pulang

6. Rizkia
a. Ka gimana sih cara kaka supaya dapet beasiswa LPDP yg seleksi berkasnya aja susah bgt, persyaratan kaya ielts min 6,5 atau toefl min 550 itu kalo menurut saya susah bgt. Mohon pencerahannya ya ka
b. Persiapan yg kaka butuhin utk apply beasiswa LPDP brp lama?
Jawab:
Dulu saya belajar dari yang sudah berhasil dpt beasiswanya. Bagus klo kmu ada temen seperjuangan dgn cita cita sama. Ielts,, saya ikut les, beli 3 buku belajar sndiri juga
Saya tahun 2012 mengapply 7 kali utk beragam beasiswa. Telat sih, kalau berniat langsung kuliah lagi pasca lulus S1. Sekitar setahun membuat semua persyaratan utk beasiswa2 trsebut. Gak mudah memang. Tapi bukan mustahil juga. Diperjuangkan saja. Karena memang lpdp bisa kasi hingga satu milyar perorang yg kuliah di LN. Jadi yg diincar, beasiswa, memang sesuatu yg mahal, jadi perlu perjuangan🙂

7. Annisa Dwi Lestari
Pelajaran dan pengalaman apa yang kaka dapatkan saat mengikuti SSEAYP? kemudian kalau domisili saya di tangerang namun saya ingin mengusai kesenian daerah dr D.I Yogyakarta, boleh kah jika mendaftar tidak sesuai dengan domisili?
Ohya ka, program ini kan berkelana dgn menggunakan kapal, apakah kaka mengalami mabuk laut saat berkelana?
Jawab:
Ttg saya di sseayp, bisa liat di blog saya mysseayp39th.wordpress.com. Iya saya sempat mabuk laut.. namun org jepang sudah mempersiapkan byk cara agar tidak mabuk laut.. harus sesuai domisili KTP, krn sebagai perwakilan provinsi. Belajar juga saja seni budaya dr asal daerah. Pelajaran banyaaaakk bgt… ini juga program mahal.. naik kapal pesiar jepang, berlayar dari jepang, ke vietnam, thailand, singapur, brunei dan kembali k jepang. Jd wakil indonesia pakai baju formil seperti yg diposter paling kiri. Kita tinggal di kapal selama sebulan setengah dgn pemuda asean dan jepang sekitar 300orang. Ada pula homestay di setiap negara yg dikunjungi

8. Edy Bumbungan
a. LPDP kan punya prioritas jurusan daan umumnya ada pada ilmu sains dan teknik. gimana kira2 peluang buat dapat beasiswa LPDP jika latar belakang pendidikan S1 saya dan rencana bidang studi S2 ada di rumpun sosial sciences?
b. Apa saja pertanyaan yang umum nya ditanyakan saat interview LPDP?
Jawab:
Utk Edy, iya tentu ada peluang.. mungkin lebih sedikit ya tapi.. tapi ga sedikit2 bgt karena lpdp memberi pada yg pantas menerima.. saran saya yakinkan diri dan pewawancara bhw apa yg kmu pelajari itu penting utk indonesia. Saat interview yg penting adlh meyakinkan pewawancara ttg alasanmu mengambil jurusan yg dituju di kampus tujuan dan bagaimana caramu memanfaatkan ilmu yg sudah didapat. Seberapa aplikatifkah rencanamu itu

9. Ando Simanjorang
Apakah beasiswa lpdp dan beasiswa yang lainnya hanya diperuntukan bagi mahasiswa yang berasal dari universitas reputable(negeri) ? Apakah masih ada banyak peluang bagi mahasiswa yang berasal dari universitas swasta? Setelah selesai kuliah di LN dan kembali ke nusantara, apakah ada kewajiban untuk para awardee untuk mendapatkan pekerjaan yg sesuai dengan bidang yg ia ambil di LN ? Bagaimana LPDP menyikapi para awardee yg pulang  ke indonesia? Apakah diprovide misalnya pekerjaan atau sejenisnya? Bagaimana apabila ada awardee yg sulit mencari pekerjaan setelah meraih gelar di LN? Yg membuatnya tdk dpt berkontribusi sebagaimana semangat LPDP?
Jawab:
Aku jawab sepengetahuanku sja ya.. boleh bgt kok dr univ swasta, yg penting berakreditasi baik. Skrg ada beasiswa afirmasi jg dr lpdp utk yg dari daerah tertinggal, ada jg utk yg scra finansial perlu dibantu
Pekerjaan.. lpdp belum punya struktur yg jelas utk pengelolaan alumninya. Saat ini sekedar pelatihan utk karir. Jadi alumni msh perlu berusaha sendiri mencari kerja. Bila sulit mencari kerja? Bisa bikin pekerjaan sendiri gimana.. gak sebentar memang cari kerja pasca S2. Jadi saya sarankan di awal, pastikan punya 20 alasan mengapa hrus S2. Harus tau akan diapakan ilmu S2nya stlh lulus. Pekerjaan baiknya sesuai jurusan, tapi yg lebih penting memang kontribusi ke indonesia dan bukan malah kerja pd pihak asing

10. Tika
Kak, apakah kita masih bisa nabung dari uang living cost yg diberikan oleh LPDP perbulannya jika kuliah di melbourne atau di wilayah Australia lainnya?
Jawab :
Bisa bgt. Cukup bgt kok dikasi lpdp. Asal nggak foya foya.. haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: