inhale every moment

everything has it's inspiring story

Sukses

9 Juli 2013

Paling bingung kalau mendefinisikan kata ini.

Hari ini saya ke rumah sakit mata, mengantarkan ayah saya. Alhamdulillah sakit ayah saya tidak parah hanya mata yang agak bengkak. Saya melihat seorang ayah yang mengantar anaknya dengan kacamata yang aneh. Seperti kacamata percobaan, layaknya sebuah alat ukur ketajaman mata atau semacamnya. Bisa jadi juga bukan itu, yang jelas bentuknya tak wajar. Beberapa saat kemudian, saya melihat ayah dan anak itu lagi. Kali ini sang anak lari kesana kemari dengan kacamata biasa, namun super tebal. Kami sedang berada di dekat apotik. Kulihat anak itu tetap layaknya anak biasa, tak peduli bagaimana matanya itu. Ia menghampiri kaca etalase dan menabrak kaca. Duk. Namun, setelah itu tak ada reaksi yang menyatakan bahwa ‘Duk’ tersebut bermakna apapun. Anak kecil laki-laki kira-kira 4 tahun itu tetap saja tertarik dengan apa yang ada dibalik kaca itu. Beberapa detik kemudian bosan dan berlari.

Anak itu tak menganggap penyakitnya itu halangan baginya untuk bermain. Bahkan mungkin iya tak merasa itu penyakit, atau bahkan tak tahu apa itu penyakit. Ia hanya menjadi dirinya dan tetap melakukan apa yang ia suka.

Ayahnya. Ayahnya harus rela tak bekerja hari itu demi anaknya. Anak yang kondisi kesehatannya tidak normal membutuhkan dua hal sekaligus, perhatian dan biaya pengobatan. Sang ayah tentu harus bekerja keras. Ia harus sukses agar  uang yang ia hasilkan cukup namun juga tetap harus meluangkan waktu untuk mendampingi anaknya.

Kurasa ayah tersebut tidak akan sukses seperti sukses orang pada umumnya dalam karir. Kurasa sukses baginya adalah melihat anaknya dapat tumbuh dengan baik.

Mungkin di dunia ini, masih banyak anak yang jauh lebih parah kondisinya dari anak yang berkacamata tebal yang saya lihat hari ini. Mungkin anak dengan syndrom down, lumpuh dan lain sebagainya.

Dan kurasa sukses itu spesial untuk satu orang tertentu. Tak bisa disamakan satu  dengan yang lainnya. Jika ingin diukur, mungkin hanya Tuhan yang tahu. Jadi, kurasa, hanya kau sendiri yang tahu apakah kesuksesanmu itu. Kau tahu apakah telah berjuang melewati batasmu sendiri.

And the only person you need to impress is no other than, yourself.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 9, 2013 by in Uncategorized and tagged , .
%d bloggers like this: