inhale every moment

everything has it's inspiring story

Ikut Pelatihan KSK

Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan

Saya menghadiri sebuah pelatihan yang diadakan oleh Komunitas Sahabat Kota, komunitas  yang bergerak di bidang pendidikan. Menurut saya, pelatihan ini BAGUSSS!! dan membuka cakrawala baru, namun saya belum bisa menerapkannya. Komunitas ini menekankan pada pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan yang cukup berbeda dengan pendidikan formal Indonesia saat ini. Kurang lebih, pendidikan ini mengarah pada sikap, keterampilan dan pengetahuan yang membuat manusia lebih peduli pada lingkungan dan manusia di masa depan.

Pembangunan Berkelanjutan adalah …

Pembangunan yang dilakukan sekarang untuk memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengurangi kesempatan generasi selanjutnya untuk memenuhi kebutuhannya.

Bumi ini memiliki daya dukung yaitu kemampuan alam untuk menyokong kehidupan dalam jumlah tertentu secara berkelanjutan. Namun, kalau semua orang tetap mengkonsumsi seperti sekarang, alam tak akan sanggup lagi.

The world is enough for everyone’s need, but not for one man’s greed– Mahatma Gandhi

Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD/ Education for Sustainable Development) adalah sebuah proses belajar (atau pendekatan pengajaran) berdasarkan cita-cita dan prinsip-prinsip yang mendasari keberlanjutan untuk mendorong orang dalam mengembangkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan sehingga dapat membuat keputusan dan untuk bertindak berdasarkan keputusan tersebut.

Pada pendidikan formal konvensial Indonesia, seringkali ditemukan karakteristik sebagai berikut:

•       Pendekatan Top Down (satu arah dari atas),

•       Fokus pada kuantitas,

•       Hanya transfer ilmu,

•       Hubungan sebab akibat,

•       Menghasilkan solusi praktis

Sedangkan yang dicari untuk menghasilkan generasi yang bercita-citakan keberlanjutan, karakteristik pendidikannya sebagai berikut:

•        Pendekatan kolaboratif dan partisipatif

•        Fokus pada kualitas,

•        Mengeksplorasi ilmu

•        Berpikir sistemik secara holistik

•        Fokus pada menciptakan masa depan yang berkelanjutan

ESD = learning + thinking  + action

Pendidikan ini memberi kesempatan bagi peserta didik untuk belajar, berpikir dan bergerak secara nyata. Tahap-tahap kegiatan pendidikan ESD:

•       Envisioning (membayangkan) – mampu membayangkan masa depan yang lebih baik (jika kita tahu kemana kita mau pergi, kita akan lebih mampu bekerja dan tahu cara menuju ke sana).

•       Pemikiran kritis dan refleksi – belajar untuk mempertanyakan sistem kepercayaan kita sekarang dan untuk mengenali asumsi yang mendasari pengetahuan, perspektif dan pendapat kita

•       Berpikir sistemik – mengakui kompleksitas dan mencari hubungan dan sinergi ketika mencoba untuk mencari solusi masalah

•       Membangun kemitraan – mempromosikan dialog dan negosiasi, belajar untuk bekerja bersama

•       Partisipasi dalam pengambilan keputusan – memberdayakan orang

Dalam KSK (Komunitas Sahabat Kota), praktek ESD yang mereka terapkan adalah:

•       Berpikir kritis Anak diajak untuk berpikir kritis dan merefleksikan kebiasaan-kebiasaan mereka selama ini

•       Envisioning àAnak didorong untuk melakukan tindakan sederhana yang mendukung terciptanya masa depan berkelanjutan bagi dirinya dan atas kesadarannya sendiri

•       Berpikir sistemik àModul KSK, tidak hanya memuat jenis pendidikan tertentu (misal : PLH), tetapi mencoba mengkombinasikan berbagai macam materi di dalamnya (misal : makanan sehat)

•       Belajar partisipatif dan pengambilan keputusan bersama àkakak relawan berupaya memfasilitasi adik untuk mengambil keputusan sendiri pada pelaksanaan edukasi kreatif (tidak menggurui)

•       Kolaborasi dan kerjasama à modul KSK bersifat terbuka dan boleh dimodifikasi (open source), ajakan untuk menjadi relawan atau donatur (SUPER KSK), semua dilakukan untuk mencapai tujuan yang lebih besar

Teori Berubah Sikap “Gunung Es Perubahan”

Events dan Patterns adalah hal-hal yang kasat mata. Events adalah peristiwa, sesuatu yang bisa kita lihat setiap hari. Patterns adalah pola-pola yang orang lakukan di masyarakat. Keduanya adalah sesuatu yang bisa dinilai oleh orang lain dan terlahir berdasarkan sesuatu yang jauh lebih dalam, yaitu structure (mindset/cara pikir), mental models (cara pandang, sikap terhadap banyak hal), dan container (kepercayaan yang takkan kita pertanyakan, ideologi/agama).

Pendidikan bisa mengubah container sehingga yang terlahir setelahnya (mental models, mindset, patterns, events) adalah sesuatu yang baik.

PENDAMPINGAN ANAK

Mendampingi anak, membutuhkan beberapa bekal untuk mengoptimalkan hubungan dengan peserta didik yang menghasilkan hubungan yang lebih ideal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

PENGETAHUAN:

Mencari Pengetahuan tentang perkembangan yang sedang dialami anak, baik secara fisik maupun psikis.  (kognisi, emosi, kebutuhan, sosialisai, minat, trend). Bisa dari berbagai sumber dan cara

PERUBAHAN IRAMA:

Mengubah ‘gaya’ lama dengan ‘gaya’ yang lain, mengganti ‘gaya’ yang biasa dipakai dan tidak efektif.  Kreatif mencari berbagai alternatif / cara, mau mencoba ‘gaya’ lain.

KESABARAN

Memberikan waktu dan diri kita kepada anak agar dapat berkembang sesuai dengan ‘waktuNYA’  Bukan berarti menunggu secara pasif, tetapi terlibat aktif dalam PROSES pertumbuhannya.

KETULUSAN HATI:

Mau MELIHAT dan MENERIMA secara tulus, jujur, lurus sebagaimana kondisi anak saat ini, bukan melihat seperti yang diinginkan orang tua / pendidik (Menggunakan ukuran orang dewasa)

PERCAYA:

Memiliki keyakinan bahwa anak akan tumbuh dan berkembang menurut waktu dan melalui caranya sendiri.  Percaya bahwa anak dapat belajar dari kesalahan yang dibuatnya.  (Memaksakan cara saya berarti tidak percaya bahwa anak dapat belajar dengan cara dan waktunya sendiri)

KERENDAHAN HATI:

Memiliki kesiapan, kemauan dan kesediaan untuk BELAJAR dari anak. Rendah hati berarti tidak merasa “saya sudah tahu atau paling tahu”.  Tidak mengagulkan bahwa keberhasilan anak adalah karena saya.

HARAPAN:

Harapan merupakan perwujudan dari perkembangan kondisi saat ini, tetapi bukan merupakan keinginan di luar kondisi yang ada saat ini.

KEBERANIAN:

Keberanian baru ada bila kita mau menghadapi situasi “asing” atau situasi / kondisi yang baru. Keberanian mendampingi anak harus kita miliki karena  kita tidak tahu apa yang akan dihadapinya di masa yang akan datang.

TANGGA PERANSERTA ANAK

Berikut adalah bentuk peranserta anak yang diurutkan dari partisipasi terendah anak. Tingkat yang baik adalah prakarsa anak – orang dewasa menerima keputusan. Namun, peran pendidik adalah bagaimana agar anak dapat membuat prakarsa sendiri.

  1. Ditunjuk dan diberitahu
  2. Ditanya pendapatnya dan diberitahu
  3. Prakarsa orang dewasa – anak menerima keputusan
  4. Prakarsa anak dan diarahkan
  5. Prakarsa Anak – orang dewasa menerima keputusan

PARTISIPASI ANAK DALAM BELAJAR

Berikut adalah tingkat peran serta peserta didik yang memudahkan dalam mengingat pelajaran:

Pasif      Membaca (10% yang kita baca dapat kita ingat)

Mendengar (20% dari apa yang kita dengar)

Melihat gambar (30% dari apa yang kita lihat)

Menonton Film (50% dari apa yang kita lihat dan dengar)

Melihat pameran (50% dari apa yang kita lihat dan dengar)

Melihat demonstrasi (50% dari apa yang kita lihat dan dengar)

Melihat pembuatan di lokasi (50% dari apa yang kita lihat dan dengar)

Aktif      Terlibat dalam diskusi (70% dari apa yang kita ucapkan dan lakukan)

Berpidato (70% dari apa yang kita ucapkan dan lakukan)

Melakukan drama (90% dari apa yang kita ucapkan dan lakukan)

Membuat simulasi pengalaman nyata (90% dari apa yang kita ucapkan dan lakukan)

Melaksanakan praktek nyata (90% dari apa yang kita ucapkan dan lakukan)

TEORI PERKEMBANGAN ANAK

Perkembangan Psikoseksual ( Freud)

Freud mengemukakan bahma perkembangan psikoseksual anak terdiri  atas :

  a. Fase oral (0-11 bulan)

– Selama masa bayi, sumber kesenangan anak berpusat pad aktifitas oral : mengisap, mengigit, mengunyah, dan mengucap serta  ketergantungan yang sangat tinggi dan selalu minta dilindungi untuk mendapatkan rasa aman.

– Masalah  yang diperoleh pada tahap ini  adalah menyapih dan makan.

  b. Fase anal (1-3 tahun)

–     Kehidupan anak berpusat pada kesenangan anak terhadap dirinya sendiri, sangat egoistik, mulai mempelajari struktur tubuhnya.

–          Pada fase ini tugas yang dapat dilaksanakan anak adalah latihan kebersihan.

–          Anak senang menahan feses, bahkan bermain-main dgn fesesnya sesuai dgn keinginanya.

–          Untuk itu  toilet training adalah waktu yg tepat  dilakukan dalam periode ini.

–           Masalah yang yang dapat diperoleh pada tahap ini adalah bersifat obsesif (ggn pikiran) dan bersifat impulsif yaitu dorongan membuka diri, tidak rapi, kurang pengendalian diri.

c. Fase phalik/oedipal ( 3-6 tahun )

–      Kehidupan anak berpusat  pada genetalia dan area tubuh yang sensitif.

–          Anak mulai suka pada lain jenis.

–           Anak mulai mempelajari adanya perbedaan jenis kelamin.

–           Anak  mulai memahami identitas gender ( anak sering meniru ibu atau bapak dalam berpakaian).

d. Fase laten (6-12 tahun)

–          Kepuasan anak mulai terintegrasi, anak akan menggunakan energi fisik dan psikologis untuk mengeksplorasi  pengetahuan dan pengalamannya melalui aktifitas fisik m/p sosialnya.

–           Pada awal fase laten ,anak perempuan lebih menyukai teman dgn jeni skelamin yang sama, demikian juga sebaliknya.

–          Pertanyaan anak semakin banyak, mengarah pada sistem reproduksi (Ortu harus bijaksana dan merespon)

–           Oleh karena itu apabila ada anak tidak pernah bertanya tentang seks, sebaiknya ortu waspada ( Peran ibu dan bapak sangat penting dlm melakukan pendekatan dgn anak).

e. Fase genital (12-18 tahun).

–          Kepuasan anak akan kembali bangkit dan mengarah pada perasaan cinta yang matang terhadap lawan jenis.

 

Terima Kasih KSK!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 1, 2012 by in Uncategorized and tagged , .
%d bloggers like this: