inhale every moment

everything has it's inspiring story

Televisi

 

Kita bisa belajar dari apapun. Aku pernah dengar kata-kata, “Bila sebuah kebenaran keluar dari orang paling biadab dan hina sedunia, ia tetaplah sebuah kebenaran.”

Salah satu dosenku memutuskan hubungan dengan televisi. Yah. Beliau berhenti menonton televisi di rumah sejak tahun 1989. Mungkin tak merasakan manfaat dari televisi.

Bagiku, televisi tetap berguna bila yang ditayangkan adalah memang sesuatu yang berguna. Terkadang aku hanya ingin melihat sesuatu yang berbeda. Berbeda dalam arti aku bisa mengerti sesuatu dalam sudut pandang yang berbeda. Menurutku, Perbedaan membuatku belajar banyak daripada persamaan. Dengan random, aku menonton sex in the city season 6 eps 13. Ya, asalkan adegannya tidak macam2 aku akan menontonnya. Aku penasaran mengapa program itu sukses. Pada akhirnya aku tidak peduli mengapa program itu sukses atau tidak, tapi aku belajar sesuatu. Belajar dari yang sesuatu yang tak kukira akan mengajarkanku. Sometimes, good things are unpredictable. They’re so good because I didn’t thought it was coming.

Aku suka sosok Miranda. Karakter itu berbeda. Ia mengajak menikah pasangannya di atas bir seharga 3 dollar. Sederhana dan langsung pada sasaran. Pernikahannya tidak ingin ia buat mewah. Ia hanya mengundang sekitar sepuluh orang. Warna gaunnya ungu. Ia benar-benar tak peduli bagaimana biasanya orang lain ketika menikah atau bagaimana pandangan orang lain mengenai pernikahan yang bagus. Kau tahu caranya memutuskan mau menikah dimana? Ia sedang berjalan dari berbelanja bulanan bersama kekasihnya. Mereka berjalan kaki dengan barang belanjaan yang banyak. Tersenggol oleh pedestrian lainnya, mereka berhenti untuk mengambil barang-barang yang jatuh. Ketika menoleh ke kanan dimana miranda berhenti, ia menatap sebuah kebun milik komunitas setempat. Ia memutuskan, bagaimana jika mereka menikah disana. Ia betul-betul orisinil, spontan dan bebas. I like her.

Di hari pernikahannya, ketiga sahabatnya datang. Salah satu diantara mereka terkena kanker payudara dalam tahap yang belum parah sama sekali. Mereka berusaha menutupi berita buruk itu. Namun, Miranda dengan tegas meminta mereka untuk menjelaskan semuanya meski hari itu adalah hari pernikahannya. Ia memaksa namun sebenarnya perhatian. Ia juga suka berkata tidak suka atau tidak setuju sama sekali dengan apa yang temannya lakukan, namun, itulah yang dibutuhkan teman-temannya, pemikiran yang lain, pemikiran yang jujur.

Aku juga menonton sekilas acara lain. Aku tak ingat judulnya apa. Sang host sepertinya prihatin dengan permasalahan perempuan muda zaman sekarang yang seringkali dipojokkan oleh berbagai iklan yang membuat pandangan tentang sebuah “Standar Kecantikan Perempuan”. Ia berkata bahwa yang pada orang yang berkulit gelap, dunia disekitarnya cenderung menganggap kulit putih itu lebih baik dan pada yang berkulit putih, kulit yang kehitaman karena terbakar matahari itu keren. Yang artinya, apapun kulit mereka, kulit mereka itu salah dan harus berubah. Hm.. Sungguh-sungguh kepentingan para produsen kosmetik, dunia hiburan, dll. Ia merasa bahwa keadaan ini adalah keadaan yang menekan remaja putri dan seharusnya, setiap orang merasa bersyukur dan cukup dengan warna kulit mereka sendiri.

Lalu, di saluran lain, ada seorang bule yang aktif membantu pelestarian orang utan. Awalnya, aku berpikir, aku salut dengan orang ini yang bukan warga sekitar/Indonesia, tetapi mau membantu dalam pelestarian spesies di negara lain. Kurasa ia dan bule-bule lainnya memiliki tingkat intelegensia yang lebih tinggi ketimbang orang Indonesia sehingga bisa memikirkan untuk melakukan upaya pelestarian sebelum punah. Itu awalnya. Di sisi lain, orang bule juga lah yang mendominasi dan menjadi pemicu terjadinya kehilangan habitat satwa ini. Kesimpulan: Kepintaran bisa mengarahkan pada pengrusakan yang dahsyat daripada orang yang bodoh yang takkan begitu merusak.

Tak apa bodoh karena tak mengambil sebanyak-banyak tapi jangan dibodohi orang yang pada akhirnya akan mengambil jauh lebih banyak daripada yang bisa kita bayangkan.

Acara lainnya adalah tentang atlet-atlet Inggris dari berbagai cabang yang rata-rata adalah olahraga adu kekuatan yang ditantang untuk mengikuti olahraga khas dunia bagian timur. Episode ini menayangkan mereka mengikuti lomba water buffalo, Karapan kerbau di Sumbawa. Mereka dilatih dahulu dan live-in dengan penduduk sekitar. Mereka makan, tidur, hidup dengan keluarga disana. Mereka melatih dan memelihara kerbau yang akan mereka pakai nantinya. Hmm.. Saya belum pernah ke Sumbawa. Tahu bahwa disana ada karapan kerbau pun saya baru tahu.

Fasilitas teve kabel ini sungguh membuka cakrawala, tapi aku harus membuka mata lebih lebar lagi, melihat dan merasa jauh lebih dalam lagi untuk menggali bahwa pelajaran bukanlah hanya dari yang tampak, tapi dari yang tidak tampak seperti hal yang melatarbelakangi sehingga apa yang tampak itu bisa muncul juga harus aku cari.

Ini adalah layanan fasilitas teve kabel di asia, sehingga beberapa acara yang ditayangkan adalah percampuran antara budaya timur dan barat atau murni budaya barat. Kesimpulan saya adalah, tayangannya memang tersaring terlebih dahulu dari sekian juta acara televisi di dunia ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 31, 2012 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: