inhale every moment

everything has it's inspiring story

Guruku

Saya pernah diajarkan oleh seorang guru wanita ketika kelas 3 SMP dan juga oleh suaminya ketika 3 SMA. Mereka adalah guru yang meninggalkan jejak di hati saya. Mereka adalah tipe guru yang bersedia bercerita mengenai kehidupan pribadi mereka dan pelajaran yang mereka dapat dari pengalaman itu.

Ibu A*e*, itu nama guru smp ku ketika di kelas tiga yang mengajarkanku bahasa inggris. Beliau tidak hanya mengajarkan bahasa, beberapa waktu beliau sisipkan dengan berbagi pengalaman. Yang kuingat adalah cerita tentang saat beliau hamil dan diganggu makhluk halus. Kira-kira ceritanya seperti ini:

Ternyata dimensi lain di luar dunia kita itu ada. Omongan orang dahulu tentang kalau sedang hamil harus memakai peniti atau membawa gunting itu ada maksudnya. Itu untuk menjauhkan dari makhluk halus yang ingin mengganggu. Suatu malam, saya diganggu oleh makhluk halus yang muncul dari ujung ranjang. Dia seperti menghampiri untuk mengambil anak dalam perut saya. Saya ketakutan dan membangunkan suami saya. Saya lalu dipeluk dan memeluk erat suami saya. Kami seperti itu sepanjang malam sampai makhluk itu berhenti mengganggu.

Ketika saya SMA, guru matematika saya adalah suami dari guru bahasa inggris SMP saya ini. Guru pria ini adalah guru yang saya anggap nyentrik dan berbeda. Beliau adalah guru yang berpenampilan rapi dan gaul. Beliau pembina keamanan sekolah dan memiliki pemikiran sendiri mengenai pendidikan. Beliau menganggap UAN adalah seharusnya tidak ada. Pemerintah dianggap tidak peka karena membuat semacam penyamaan kualitas pendidikan yang memaksa bagi semua pelajar se-Indonesia. Padahal di pelosok, orang untuk masuk SMA adalah hal yang ajaib, ketika semua orang disekitarnya memaksa untuk langsung bekerja, anak-anak di daerah memilih untuk masuk SMA meski harus berjalan berjam jam ke sekolah dan mungkin juga dengan bekerja sampingan. Sarana di sekolah pun tidak memadai. Bagaimana bisa ia lulus UAN? Pemerintah seperti bermain dengan kebijakan UAN ini , maka mainkan pulalah UAN. Dan itu yang beliau lakukan.

Beliau juga menganggap murid2 di kelasku adalah murid yang terlalu berorientasi pada pelajaran dan ia ingin sekali mengajarkan pada kami bahwa belajar dan mendapatkan nilai baik bukanlah segalanya. Belajar di dalam kelas bukanlah segalanya, harus bergaul. Ketika ia hanya bercanda, ia tahu bahwa kami akan menganggapnya serius. Bahkan ia mengetes kesetiakawanan kami. Kurasa beliau ragu apakah kami manusia yang bisa memikirkan orang lain.

Beliau sangat sering bercerita di kelas setelah menjelaskan sedikit tentang matematika. Mungkin menurutnya masalah kami bukanlah tentang pelajaran, tapi yang lain. Apakah itu? ya, sedikit menebak-nebak, ansos, egois, nerd, pelajaran dan nilai adalah segalanya. Tapi menurutku, kami hanyalah orang yang memang menyukai ilmu pengetahuan. Itu saja, tapi mungkin dampak buruknya juga ada dan beliau khawatir.

Cerita lain yang kudapat adalah tentang kehidupannya setelah lulus. Beliau bercerita bagaimana awal pernikahannya. Memulai bekerja sebagai guru yang gajinya belum mencukupi kehidupan sehari-hari. Beliau dan istrinya sehari-hari hanya memakan nasi dan garam. Mereka memiliki kulkas yang isinya hanya separuh kapasitasnya. Mereka pun berjualan es. Seorang pedagang mencemooh, yang kira-kira berkata seperti ini, “Kok sarjana jualan es krim.

Beberapa waktu berselang dan keadaan ekonomi bapak dan ibu guruku ini membaik dan guru saya ini pun membalas cemoohan pedagang tersebut. Sayang sekali saya lupa perkataan beliau.

Cerita lainnya adalah mengenai cerita cintanya dengan istrinya. “Saya nembak istri saya waktu dia punya pacar!”, itulah kalimat pembuka yang menggelegar di awal cerita. Dahulu beliau playboy, namun istrinya yang sekarang dahulu adalah temannya yang setia. Istri saya dulu membantu saya menutup foto2 perempuan lain ketika salah satu pacar saya datang ke kosan. Pacar saya waktu itu ada tiga.

 

Saya tidak betul-betul ingat terusan ceritanya, tapi kurasa beliau menyadari bahwa orang yang selalu disisinya dan mengerti dirinya adalah temannya ini lalu dengan yakin menyatakan cinta ketika temannya ini sedang punya pacar.

Saya salut dengan keyakinannya bahwa temannya tersebut adalah yang terbaik untuknya dan berani menyatakan meski temannya ini sudah punya pacar.

Bulan ramadhan tiba, guru matematika ini menyarankan kami membuat acara buka puasa bersama. Ini adalah bulan ramadhan kedua yang dilewati oleh kelas kami. Tahun sebelumnya berbuka puasa hanyalah wacana yang tak terlaksana. Saya rasa, saran Pak F**ddy inilah yang menggerakkan terjadinya buka bersama di kelas kami. Beliau pun mempersilahkan kegiatan ini dilakukan di rumahnya -Oh Allah aku baru ingat! Saya pernah ke rumah pondok muhasabah itu sebelumnya ketika SMP-. Pak F**ddy mempersilakan kami menggunakan rumahnya saja dan mungkin dengan sedikit suguhan saja dan apabila kami mau, kami dipersilahkan membawa nasi kotak sendiri. Yah, saya maklum karena bukan kelas kami saja yang beliau undang, tetapi kelas lainnya juga yang by the way adalah kelas yang beliau walikan. Sesampainya saya dirumah beliau, saya menemui istrinya. Saya harus mengingatkan Ibu A*e* sedikit tentang saya untuk berbincang-bincang. It was a great night.

Suatu hari ada para mahasiswa PPL yang berjalan melewati kelas kami pada saat pelajaran Pak F**ddy. Salah satu calon guru itu dikerubung oleh para siswa karena ia cantik. Seketika kerumunan murid di luar kelas membuat kegaduhan dan berjalan2 bergerombol. Kami yang berada di dalam kelas tertarik untuk melihat ke arah pintu yang terbuka yang hanya memberi gambaran sekilas atas apa yang sebenarnya terjadi. Kami bisa mendengar beberapa murid bergumam, “ada guru cantik yang lewat.” Pak F**ddy pun ikut terbawa suasana dan melihat ke luar. Sang calon guru yang cantik itu pun lewat. Pak F**ddy lalu berkata, “Cantikkan juga istri saya, ya ga?”

That’s them. My very unforgettable teachers.

2 comments on “Guruku

  1. gautamakarisma
    February 10, 2012

    Wah susan, memorinya kuat sekali ampe inget yang detail-detail..

    Met ultah sanđŸ˜€

    • krisanti
      February 10, 2012

      iya kharis, kurasa itu yg membuatku jd anak yg serius. otaknya penuh. makasi ucapannya kharis:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 31, 2012 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: