inhale every moment

everything has it's inspiring story

Cinta yang Dangkal

 

Cinta tidak pernah mencari alasan, tetapi hanya memberi – memberi seperti pemborosan yang sia-sia, memberi semuanya- dan menggetarkan mereka yang telah terlalu sedikit memberi.

– Arthur Ashe

 

Aku baru saja membaca sebuah tulisan yang bercerita tentang sebuah kisah nyata mengenai seorang anak yang bisa ‘berbicara’ dengan lumba-lumba. Ia adalah seorang anak yang special, yang kita para orang ‘normal’ anggap sebagai orang yang berbeda. Ia memiliki ketertarikan luar biasa terhadap lumba-lumba. Ia menabung hanya untuk menemui temannya, lumba-lumba, di akuarium yang  membutuhkan bayaran untuk dimasuki. Lumba-lumba menemaninya, menganggapnya teman dengan cara yang lebih baik daripada teman-teman disekolahnya. Rasa cintanya terhadap lumba-lumba melahirkan semangat untuk menjadi yang terbaik yang ia bisa. Ia sembuh dari kekurangannya dan mendedikasikan banyak waktunya sebagai relawan lumba-lumba meski tak banyak memberikan penghasilan. Ia bekerja paruh waktu lainnya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Namun, kecintaannya, ketulusannya, kegigihannya dan konsistensinya selama bertahun-tahun membuatnya sukses. Sukses yang mudah dipersepsi oleh banyak orang yaitu banyaknya penghasilan yang didapat, 14.800 dollar pertahun. Tapi kurasa, ia merasa sukses jauh-jauh hari sebelum orang bisa menilai ia sukses. Ia sukses melakukan yang ia sukai dan memasukkan seluruh jiwanya kedalam apa yang ia lakukan. Ia memberi. Memberi cinta yang besar.

Terima kasih Jeff Siegel. Aku tak memberi cinta sebanyak itu pada yang kucinta. Cintaku masih dangkal, terkadang kesal bila tak sesuai harapan. Aku belajar sesuatu:

Tak ada cinta yang terlalu banyak

Aku takkan pernah benar-benar hidup hingga Aku memberikan sesuatu yang tak bisa terbalaskan

2 comments on “Cinta yang Dangkal

  1. sakrilegi
    December 12, 2011

    saya curiga nya kok bisa banyak uang dia yah?? jangan2 sampingannya itu menjual sesuatu dari lumba-lumba… hihihihi

  2. Nadiya Rahmah
    December 31, 2011

    “Tak ada cinta yang terlalu banyak

    Aku takkan pernah benar-benar hidup hingga Aku memberikan sesuatu yang tak bisa terbalaskan”

    ngga bisa mengatakan lebih baik lagi. terima kasih juga Jeff Siegel.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 29, 2011 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: