inhale every moment

everything has it's inspiring story

Meminta Seorang Akhwat Menunggu

 

Seseorang bertanya:

Ini ttg prasaan emosional san. San kllo suatu saat ada ssorg yg bener2 suka sama km,dy merasa yakin sm kamu.tp dy ga bsa atau mngkn ga siap pacaran,dan lbh milih utk langsung nikah. Tp g saat itu,misal suatu wkt dy blang k kamu ttg prasaannya dan berharap kmu mw nunggu dy ktika saatnya tepat.misal umur 26.mnurutmu gmn san?

Seseorang menjawab dengan sebatas pengetahuan yang dimilikinya beserta sudut pandangnya:

 Hmm.. Meminta seorang akhwat menunggu. Atau kasusnya kalo saya yg diminta menunggu? Jwbn saya akan beda dgn akhwat pada umumnya saya rasa.

Menurut yang saya denger dari MQ FM tentang kajian pranikah, boleh saja meminta menunggu, tapi itu sifatnya tidak mengikat, jadi akhwatnya bisa saja menunggu tapi bisa juga memutuskan untuk menikah dengan orang lain walaupun di awal menyetujui utk menunggu. Jadi terserah si akhwat mau menunggu atau tidak.

Selain itu dalam kasus-kasus lain yang saya dengar dari MQ FM, bisa aja si akhwatnya dilamar terlebih dahulu. Namun jarak ke pernikahan sebaiknya cukup deket. Ada yg setahun. Tapi, setahun terhitung lama kalau kata temen saya yang sedang menunggu akan menikah awal tahun depan. Katanya godaannya besar. Teman saya yang lain bertutur kalau bapaknya dahulu meminta ibunya menunggunya selama tiga tahun. Kurasa itu tergantung keikhlasan masing-masing.

Kalau saya diminta menunggu. Saya mau menunggu kalau:

Allah mengizinkan dengan kemudahan- kemudahan yang diberikanNya,

Saya yakin orang tersebut bisa dipercaya

Saya memiliki kecendrungan/menyukai org tersebut

Saya tidak ingin menunggu terlalu lama. Mungkin 2 taun. Mungkin. Namun saya akan lebih suka kalo org tersebut langsung melamar lalu menikah. Saya tidak menuntut ikhwan tersebut mapan sekali untuk menikah. Saya juga ingin ikut berjuang dari awal, mulai dengen hidup yang sederhana, berjuang sama-sama. Mau berkomitmen untuk tidak punya anak dulu. Saya maunya pacaran dulu setelah menikah! Hahaha.. Tapi semua itu harus benar-benar direncanakan dan kami harus punya visi misi yang sama tentang mau dibawa kemana keluarga yang akan kami bangun. Jika berbeda visi ya bubar aja dari awal.

Entah mengapa, saya tak merasa menikah itu sama dengan berhenti atau menetap atau yang biasa orang bilang settle down. Pelabuhan hati memang jelas, tapi awal mula sebuah petualangan. saya tak perlu orang mapan yang membuatku diam seperti batu di rumahnya -tapi entah kalau itu memang kehendak Allah-. Saya cenderung ingin berkembang bersama. Saya ingin jalan-jalan melihat dunia dari sudut pandang yang tidak biasa. Tak mau saya mengikuti arus. Kadang saya ingin menjadi kasir/SPG hanya untuk tahu cara hidup yang berbeda yang mengajarkan saya untuk bersyukur. Atau jadi musafir. Berdua. Pacaran dulu setelah menikah (menunda punya anak). Ya, I don’t need his money, I need his company.. Haha ambigu.. (company=pendampingan/pertemanan, tapi company=perusahaan).

Ha.. Panjang.. Asa curhat..

 

Setiap orang memiliki pemikiran tersendiri akan apa yang ia anggap penting dalam hidup. Semoga kamu mendapatkan yang mempunyai tujuan yang sama. Bila pun pemikiran saat ini dianggap kurang baik, kalian bisa tumbuh bersama.

Membangun sebuah hubungan suami istri (keluarga) yang baik membutuhkan partisipasi dari keduanya, sang suami dan istrinya. Tidak bisa salah satu. -Barbara Hindes

5 comments on “Meminta Seorang Akhwat Menunggu

  1. gautamakarisma
    November 16, 2011

    menunggu itu emang ga enak san,, apalagi bertahun-tahun dan menyangkut masa depan. klo kata saya sih itu murni keputusan akhwat untuk mau menunggu atau ga, Ikhwannya hanya bisa berharap,, hehe..

    tapi andai kata akhwatnya bener2 mau menunggu si ikhwan ini dan mereka berdua akhirnya menikah. bersyukurlah si Ikhwan ini karena dia punya istri yang sabar dan benar-benar mencintainya…
    *hanya opini selintas,, hahaha…

  2. firdausirfan
    January 8, 2012

    kalau ada ikhwan yg gitu berarti ga serius san, ikhwan yg serius langsung menentukan tanggal ^_^ heheh

    • gautamakarisma
      January 8, 2012

      jadi tanggal berapa ente mau nikah, peh? hehe..

      ga gitu juga kali peh, menentukan tanggal pernikahan membutuhkan banyak pertimbangannya dan harus dibicarakan oleh kedua belah pihak. klo ada ikhwan nentuin tanggalnya 5 tahun lagi, bisa dianggap serius ga peh :D?

  3. firdausirfan
    January 9, 2012

    hahaha.. kira-kira juga ma, ya justru itu ma intinya mah yg serius ga ngajak main-main lah,,

    minta doanya aja ma, semoga bisa tahun ini atau engga tahun depan ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 14, 2011 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: