inhale every moment

everything has it's inspiring story

Ketika Seorang yang Shaleh Mengajak Menikah

151011

Aku ditemui temanku dari masa lalu hari ini. Kami berbincang hingga entah mengapa temanku ini, perempuan, bertanya padaku, “San, sudah adakah orang yang mengajakmu menikah?”

Serentak aku tertawa. Aku menggangguk dan bertanya balik. Lama kelamaan dia memaksa saya memberitahu siapa orangnya. Dia meminta saya memberitahu huruf terakhir pada namanya, lalu bertanya berapa huruf nama depannya, lama kelamaan namanya pun tersebut. Nama yang sama dengan nama orang yang juga menanyakan hal yang sama padanya. Jawaban kami pada sang lelaki ternyata sama, Tidak.

Awalnya, aku menganggap rendah apa yang dilakukan oleh sang lelaki. Namun, temanku yang satu ini berpendapat lain. Itu adalah cara dia mencari calon istri. Dia ingin memelihara dirinya, menikah. Dia tidak memacari terlebih dahulu dan langsung menawarkan dirinya. Itu adalah caranya dan itu tidak apa-apa.

“Kenapa kamu menolaknya?” tanya temanku.

“Aku waktu itu bilang kalau aku tidak ada perasaan apa-apa, jadi tidak mau,” begitu kataku.

“Seharusnya kamu pikirkan dulu. Istikharah dulu. Dia orang yang shaleh, harusnya dipertimbangkan dulu. Wanita itu bisa menyesuaikan cintanya.”

Nabi bersabda: ”Apabila datang kepada kalian lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya,maka nikahkanlah ia (dengan puteri kalian).  Sebab jika tidak, maka akan terjadi fitnah dibumi dan kerusakan yang besar”.

Saya mengaku bersalah. Ya sudah. Sudah lewat dan akan menjadi pembelajaran untuk saya. Sudah saya catat pula disini.

Googling, dan secara acak menemukan kutipan-kutipan yang ingin saya ingat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Tidaklah kutinggalkan suatu ujian yang lebih berat bagi laki-laki melebihi wanita” (HR Bukhari no 4808 dan Muslim no 2740 dari Usamah bin Zaid).

Makruh hukumnya menikahi wanita yang terlalu cantik karena dua pertimbangan: Pertama, biasanya wanita yang terlalu cantik itu memiliki sifat sombong karena kecantikannya
Kedua, terlalu banyak mata yang melirik kepadanya”[Hasyiyah I’anah al Thalibin juz 3 hal 270, karya Sayyid Muhammad Syatho cetakan al Haramain].

Rasulullah Saw bersabda: “Sungguh menakjubkan kondisi seorang mukmin. Segala keadaan dianggapnya baik, dan hal ini tidak akan terjadi, kecuali bagi seorang mukmin. Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur, maka itu tetap baik baginya dan apabila ditimpa penderitaan ia bersabar maka itu tetap baik baginya.” (HR Muslim)

2 comments on “Ketika Seorang yang Shaleh Mengajak Menikah

  1. Nadiya Rahmah
    October 21, 2011

    hmmmmm….. susaaan.

  2. krisanti
    October 22, 2011

    hmmmmm….. nadiya!!! kan ini masa lalu sekali nad!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 19, 2011 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: