inhale every moment

everything has it's inspiring story

Ketenangan Jiwa – 170811

Materi yang kutunggu-tunggguuu…

Pemateri: Budi Prayitno (Sepertinya)

Agama menjanjikan ketenangan bagi pemeluknya yang benar-benar patuh. Tak hanya agama safawi.

Richard Gere ke Borobudur. Ia buddhis yang patuh dan bersedia mempromosikan Borobudur.

Ada tiga macam jiwa:

  1. jiwa yang marah, tidak tahu apa yang salah pada dirinya
  2. jiwa yang menyesali diri, tahu kesalahannya namun belum bisa memperbaiki dirinya
  3. jiwa yang tenang

Al Quran, sama seperti bahasa Prancis membedakan kata berdasarkan jenis kelamin, bisa feminine, atau maskulin. Tuhan memberi ketenangan puncak tertinggi dengan bahasa feminine, ibarat wanita. Muthmainah. Jiwa yang tenang, namun untuk perempuan.

Agama menjanjikan ketenangan jiwa –this is absolutely what I’m looking for all my whole entire life!! Subhanallah materinya tentang ini-. Allah memberikan panggilan sayang pada mereka yang benar-benar menjalankannya dengan panggilan “Hai jiwa yang tenang!”  Agama itu seperti tangga. Kita merasa sudah aman, ternyata banyak sekali yang jauh lebih baik dari kita. Proses beragama adalah proses yang mengguncangkan, namun guncangannya sesaat. Bila kita tidak tenang, padahal kita sudah beragama, maka kita harus mengevaluasi diri. Bisa pemahaman yang kurang, bisa pemahaman/pengetahuan yang banyak tapi  aplikasi yang belum dilakukan. Sepertinya itu yang menyebabkan kegelisahan. Ketenangan adalah suatu hal yang mahal.

Agama menjanjikan kemenangan. Kemenangan tak harus satu pertempuran, tapi bisa jadi seluruh peperangan. Ingat Small Soldiers? Captain Commander said, we might lose the battle, but we won’t lose the war!” Indonesia sudah merdeka, tapi belum merdeka secara ekonomi. Alam Indonesia yang kaya dinikmati lebih banyak oleh orang luar negeri Indonesia. Orang papua mungkin sedih dan sebenarnya merasa merugi berada dalam negara Indonesia, karena alam mereka diizinkan diambil kekayaan alamnya, namun mereka tetap tak banyak mendapat keuntungan dari pengambilan hasil alam itu.

Ahmad Nu’man. Dahulu pernah merasakan penjajahan Jepang. Ketika beliau di SMA 2 (SMA saya juga dulu) Jepang menyuruh semua murid dan guru untuk rukuk menyembah matahari. Semua pun membungkuk pada matahari, kecuali satu, Ahmad Nu’man remaja. Serentak tentara jepang memaksanya membungkuk tapi beliau tetap menolak. Tentara Jepang akan memenggal kepalanya, tapi seorang guru berusaha menggagalkannya. Ia membela dan berkata, Jangan memenggal kepalanya, dia Cuma remaja. Tentara Jepang tetap akan memenggal kepalanya, dan sang guru sekai lagi mencegahnya. “Lalu akan kau apakan?” tanya tentara Jepang. “Saya akan memecatnya.”

Ahmad Nu’man tak dipecat dari sekolah, karena memang gurunya tak berniat melakukan itu. Ia berhasil menjadi arsitek dan mendirikan masjid Salman, masjid pertama di Indonesia tanpa kubah berbentuk kotak, dengan lima tiang di dinding simbolisasi sholat 5 waktu dan 16 buah lampu di interior dan 1 lampu di tempat imam, jadi 17, perlambang jumlah rakaat sholat. Diikuti oleh Ridwan Kamil dengan masjid Al Irsyad yang ada di Kota Baru, berbentuk kotak, dengan lampu yang armaturnya membentuk bayangan asmaul husna yang berjumlah 99. Memiliki kolam dan ditengah bagian depannya dan ada besi bulat yang bertulis lafadz Allah walau sedang jadi perdebatan apakah terlihat seperti menyembah besi bulat itu.(Pak Ustadnya tau bgt arsitektur yah…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 17, 2011 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: