inhale every moment

everything has it's inspiring story

Hatiku keras – 090811

Ramadhan kali ini, saya banyak mendengar. Semoga apa yang saya dengar, bisa saya mengerti dan saya aplikasikan. Semoga tak berhenti pada diri saya sendiri pula. Jadi saya membuat beberapa catatan dari ceramah yang terus mengunjungi saya minimal tiga kali sehari. Subhanallah! Banyak! Catatan2 berikut saya tulis beserta pandangan saya terhadap isi ceramah. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Hatiku keras – 090811

Aku merasa hatiku keras. Aku kadang tak peka akan perasaan orang lain. Aku baru sadar akan hal ini ketika kultum siang harian di Alami. “Seseorang bertanya kepada rasul ttg bagaimana menyembuhkan hati yang keras. Cara melembutkan hati: mengasihi anak yatim, mengusap kepalanya.”

Aku mengunjungi beberapa panti asuhan occasionally. Setiap bulan, aku harus berzakat dan kurasa akan baik jika tak memberi pada satu lembaga saja. Jadi aku berkeliling. Tapi aku jarang mengobrol atau mengusap kepalanya atau bermain dengannya atau mengajarinya menggambar. Aku tak melakukan itu. Hiks.. You want to accompany me to do this? How’s your experience visiting the orphanage?

Anak yatim dan anak yang terlantar dipelihara oleh negara. benarkah begitu?

Di Alami, saya berkesempatan mendapatkan nuansa ramadhan yang islami. Forum diskusi keislaman selalu ada minimal sehari sekali. Kali ini dalam forum hari jumat, saya tertegun oleh apa yang diucapkan teh ufa yang sebenarnya bertolak belakang dgn apa yang saya anut.

“Ayah saya berpesan: Kita harus menyediakan receh setiap saat di mobil untuk mereka para peminta-minta. Kenapa? Karena itu satu-satunya cara yang bisa kita lakukan saat itu untuk membantu mereka. Diluar kemungkinan bahwa mereka menjadikannya sbg profesi. Kalau hari ini mereka tidak makan bagaimana? Karena sebenarnya seharusnya kita memberikan lapangan pekerjaan atau rumah rehab yang sesuai untuk mereka.

Sebelum saya berangkat haji, ayah saya berpesan: bawalah banyak uang kecil, disana BANYAK peminta-minta. Tapi yang terjadi adalah, Allah tidak mempertemukan saya dengan satupun pengemis yang meminta kepada saya.”

Subhanallah. Selama ini, saya memilih-milih orang yang akan saya beri infak. Saya seringkali tak memberikan pada peminta-minta…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 17, 2011 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: