inhale every moment

everything has it's inspiring story

Allah’s everyday gift for me – 080710

Kemarin saya menyaksikan biografi bu Hasri Ainun Habibie di Metro. Pa Habibie sangat kehilangan beliau. Mereka pasangan yang komplementer kalau kata Ilham, anaknya. Komplementer dalam arti saling melengkapi, menutupi kekurangan masing-masing. “Very romantic” that’s the two words that best represent this couple I’d say. Well, behind great man, there’s a great woman…

whether it’s his wife, or his mum…🙂

Tadi kumenonton drama Jepang mengenai siswa-siswa tuna grahita. Mereka tetap harus disiplin dan tepat waktu walaupun untuk berjalan saja diperlukan perjuangan yang amat besar. Kito, salah satu tokoh di film tersebut, harus berjuang keras menyusuri lorong-lorong sekolah dan selalu berpegang pada railing (pegangan besi di dinding) untuk menuju perpustakaan. Ia amat sulit bergerak karena kakinya kaku dan berjalan seperti, maaf, robot. Ia pun tiba di perpustakaan. Namun ia meleset beberapa menit. Perpustakaan telah ditutup. Petugasnya tidak mau meladeninya dan menyarankannya untuk datang lagi esok dan pada waktu yang tepat.

Di lorong ia terjatuh dan menangis. Seorang guru menyuruhnya berdiri. Tanpa raut muka kasihan, sang guru berkata, “Kau tidak boleh menangis disini”. Kito pun berdiri. Sang guru yang merupakan manusia normal ini kemudian pergi.

Saat persiapan pementasan drama di sekolah, seorang murid meminta sang guru untuk membantu para murid untuk membuatkan kostum pemain. Guru itu menolak. Murid yang meminta ini pun protes. “Kau tidak tahu bagaimana rasanya menjadi seperti kami. Dalam waktu dekat, kami akan lebih tak berdaya lagi. Tidakkah kau mengerti? Mengertikah bagaimana kami dianggap di masyarakat?”

Sang guru menjawab dengan singkat, “Kau benar, saya memang tidak tahu. Tapi saya tidak mau kalian bergantung pada orang lain.”

Wow.. aku orang normal kayanya ga bersyukur amat,, berleha dan bersantai atas apa yang kupunya dengan keadaan yang amat mudah kudapatkan setiap detik dan setiap hari. Terkadang lupa mensyukuri bahkan terkadang menggunakan nikmat itu untuk hal yang dilarang. Siapakah yang dikatakan disable sekarang? Orang yang dengan kekurangan tapi berjuang keras untuk hidupnya? Atau orang yang dengan segala kelebihannya tapi menyia-nyiakannya?

Allah. Protect me.

Orang dengan keterbatasan awalnya diberi gelar “disable”. Kemudian menjadi “difable / different ability”, karena Tuhan takkan menciptakan seseorang tanpa kelebihan, mereka hanya berbeda.

2 comments on “Allah’s everyday gift for me – 080710

  1. kandichan
    July 8, 2010

    Susan, film yang kamu ceritain ini One Liter of Tears bukan? Kalo bener, aku pernah nonton juga, bagus bgt, ini kisah nyata lho. Anak SMA yang kena penyakit langka, aku lupa namanya, intinya sih otak kecil dia mengerut sehingga dia pelan-pelan jadi lumpuh, sampe meninggal karena otak kecilnya ga bisa lagi nyuruh jantungnya berdetak. Dia bikin diary yang dipublish jadi buku..

    • krisanti
      July 9, 2010

      Aku dikadoin film one litre of tears waktu itu ama temenku. Namanya Aya. Tapi yang kutonton kemarin mah bukan itu, drama yang lain, jadi orang kaya Aya nya banyak… 🙂
      Thanks for reading…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 8, 2010 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: