inhale every moment

everything has it's inspiring story

Allah’s everyday gift for me – 060710

Tidur. Makan. Melamun. Itu yang terjadi ketika aku sakit. Ya. Aku butuh waktu untuk berisitirahat. Ini liburan dan entah mengapa tak serasa seperti liburan. Waktu yang disebut libur ini malah menjadi waktu bagiku untuk mendapatkan banyak pelajaran. Kurasa karena aku yang meluangkan waktu untuk menjadikan apapun yang terjadi sebagai pelajaran. Begitulah kurasa. Aku dengan waktu luangku bukan aku dengan waktu yang kuhabiskan dengan ini dan itu dan kemuadian memiliki waktu untuk mengendapkannya. Waktu untuk meresapi. Kapankah kumeresapi apa yang terjadi di hidupku? Dikala kusendiri dengan otakku. Hari ini ketika kusakit dan dikeramaian dan kepadatan lalu lintas yang memaksaku berhenti yaitu dikemacetan.

Ternyata ada hikmah dibalik sakit. Ada hikmah dibalik kemacetan. Tapi yang penting, menurutku, adalah bagaimana kita mencari dan mendapatkan pelajaran darinya. Sehebat dan sekeren apapun pelajaran yang terdapat di alam ini, takkan berguna bagi orang yang menutup dirinya dari pelajaran tersebut.

Seperti dalam Al Quran mereka tuli bisu dan buta. Begitulah Allah member petunjuk yaitu kepada orang yang mau mengambil pelajaran.

I believe. Allah gives us gifts every single second of our lives. It’s our choice to receive it as a gift or pick it up as something else.  It’s in the way we see things. See things with positivity or negativity.

Menonton “Emak Naik Haji” membawaku pada kerinduan. Rindu akan suara merdu pembaca Al Quran. Serasa sudah lama aku tak mendengarkan suara yang merdu itu. Aku terkadang membaca Al Quran. Tapi terbentur pada aku yang merasa tak mengerti apa itu yang sebenarnya kubaca. Bahasa Arab. Tepatnya sastra Arab. Aku sering membenturkan diriku bahwa aku tidak puas membaca ayat-ayat ini dalam bahasa sastra Arab karena aku tak mengerti. Aku terlalu membatasi diri. Membatasi pada yang kubaca haruslah sesuatu yang ku mengerti .

“Cin[T]a” sebuah film yang kurasa dan kuanggap sebagai suatu film yang berusaha memberi pengertian pada keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia yang seharusnya mengarah pada kerukunan. Banyak kata-kata dalam film ini yang baru kudengar, seperti “Kecantikan berbanding terbalik dengan kepintaran, perempuan cantik akan merasa dirinya tidak cantik, perempuan cantik biasanya sendirian, Tuhan menciptakan kita berbeda-beda, tetapi mengapa ingin disembah dengan satu cara saja?” dan lain sebagainya..

To me, all these quotes only work on certain conditions..

Adegan bermesraan antara wanita dan pria di pun ada dalam film ini. Aku tak begitu mengerti maksudnya. Tapi entah mengapa, aku tak ingin menjadi wanita dalam film itu. Tak ingin.

Aku suka membaca notes yang ada di wall friendku di facebook. Terkadang serasa seperti stalking, tapi kurasa tak apa, karena biasanya memang untuk dibagikan. Kubaca tulisan tentang odol. Seseorang dipenjara yang kehabisan odol. Kemudian dia berdoa pada Tuhan untuk meminta odol –penulis merasa bahwa meminta sesuatu yang sepele pada Tuhan adalah yang menggelikan-. Dia berdoa dengan muka kemerahan karena ia merasa lucu karena meminta odol pada Tuhan.

Seorang penghuni penjara baru datang dan menemani. Malam berikutnya dibebaskan karena ia hanyalah korban salah tangkap. Saking riangnya ia meninggalkan tasnya di sel untuk temannya. Dan apa isi tasnya? Odol dan sabun.

Yah, jika ingin sesuatu maka mintalah. Wong, Tuhan yang punya segalanya toh! Kadang saya lupa meminta padaNya. Terlalu sombong untuk meminta karena merasa bisa memenuhi apa yang dibutuhkan.

Sekarang, aku ingin meminta. Meminta ini dan itu. Meminta sebagai tanda kebutuhan saya akan Tuhan. Meminta sebagai tanda makhluk yang tak berdaya. Meminta karena percaya akan kasih dan sayangNya.

Doa adalah sesuatu yang indah.

Check these two out!

DOA SEORANG AYAH

Douglas Mc Arthur

Tuhanku,
Bentuklah putraku, menjadi manusia yang cukup kuat
Untuk menyadari manakala ia lemah
Dan cukup berani untuk menghadapi dirinya sendiri manakala ia takut
Manusia yang merasa bangga dan teguh dalam kekalahan,
Rendah serta jujur dalam kemenangan

Bentuklah putraku, menjadi manusia yang kuat dan mengerti
Bahwa mengetahui dan kenal akan dirinya sendiri
Adalah dasar dari ilmu pengetahuan

Tuhanku,
Janganlah putraku Kau bimbing di atas jalan yang mudah dan nyaman
Tapi bimbinglah ia di bawah tempaan dan
Desak kesulitan tantangan hidup
Bimbinglah putraku agar tegak di tengah badai
Dan berbelas kasihan pada mereka yang jatuh

Bentuklah putraku, menjadi manusia yang berhati bening,
Dengan cita meninggi langit
Manusia yang sanggup memimpin dirinya sendiri
Sebelum ia berhasrat memimpin orang lain
Manusia yang menggapai kegemilangan hari depan
Tanpa melupakan masa lampau

Dan setelah semua menjadi miliknya,
Lengkapilah ia dengan rasa humor,
Agar ia besungguh-sungguh tanpa menganggap dirinya terlalu serius

Berikanlah padanya kerendahan hati
Kesederhanaan dari keagungan hatiku
Keterbukaan pikiran bagi sumber kearifan
Dan kelembutan dari kekuatan sebenarnya

Setelah semua tercapai,
Aku ayahnya berani berbisik,
“HIDUPKU TIDAKLAH SIA-SIA”

Ketika kumohon kepada Allah KEKUATAN, Allah memberikanku kesulitan agar aku menjadi KUAT.

Doa Berikutnya

Ketika kumohon kepada Allah KEBIJAKSANAAN, Allah memberiku masalah untuk kupecahkan.

Ketika kumohon kepada Allah Kesejahteraan, Allah memberikan aku akal untuk berpikir.

Ketika kumohon kepada Allah Keberanian, Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi.

Ketika kumohon kepada Allah sebuah Cinta, Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong.

Ketika kumohon kepada Allah bantuan, Allah memberiku kesempatan.

Aku tidak pernah menerima apapun yang kupinta, tetapi aku menerima segala yang kubutuhkan.

Doaku sudah terjawab.

(terjemahan dari History of a Prayer, oleh Deshinta Arriva Dewi, Tarbawi 13 Th.2 Oktober 2000/2 Sya’ban 1421 H)

Aku membaca sebuah buku dan kuketikan bagian yang kusuka darinya:

Happy n Spiration:

Ikat nikmat dengan cara bersyukur. Ikatlah kata, makna dan ilmu dengan cara mencatat. Kuatkan memori di alam bawah sadar dengan menulis.

Gali inspirasi:

Temukan motivasi dari dalam diri: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mengubah apa yang ada di dalam diri mereka.” (Q.S. Ar-Rad:11)

Nikmati setiap episode kehidupan sebagai khasanah penuh hikmah agar lebih bijaksana dalam berpikir. Berani mengakui kebenaran dari manapun datangnya. “Sesnungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal” (QS Yusuf:111(

Selalu melihat sisi positif dari setiap peristiwa

Gunakan paranoid terbalik dalam melihat masalah sebagai anugerah yang menggugah.

Memilih feedback positif untuk merespons keadaan.

I agree with this one! Seperti yang Robert T Kiyosaki tulis tentang 90/10.

Apa Rahasia 90/10 ?
10% kehidupan dibuat oleh hal-hal yang terjadi terhadap kita.
90% kehidupan ditentukan oleh bagaimana kita bereaksi / memberi
respon.

Apa Artinya?
Kita sungguh-sungguh tidak dapat mengontrol 10% kejadian-kejadian yang
menimpa kita. Kita tidak dapat mencegah kerusakan mobil. Pesawat
mungkin terlambat, dan mengacaukan seluruh jadwal kita. Seorang supir
mungkin menyalip kita di tengah kemacetan lalu-lintas. Kita tidak
punya kontrol atas hal yang 10% ini.

Yang 90% lagi berbeda. Kita menentukan yang 90% !
Bagaimana? Dengan reaksi kita. Kita tidak dapat mengontrol lampu
merah, tapi dapat mengontrol reaksi kita. Jangan biarkan orang lain
mempermainkan kita, kita dapat mengendalikan
reaksi kita!

Mari lihat sebuah contoh.
Engkau sedang sarapan bersama keluarga. Adik perempuanmu menumpahkan
secangkir kopi ke kemeja kerja mu. Engkau tidak dapat mengendalikan
apa yang telah terjadi itu. Apa yang terjadi kemudian akan ditentukan
oleh bagaimana engkau bereaksi. Engkau mengumpat. Engkau dengan kasar
memarahi adik mu yang menumpahkan kopi. Dia menangis. Setelah itu,
engkau melihat ke istri mu, dan mengkritiknya karena telah menaruh
cangkir kopi terlalu dekat dengan tepi meja. Pertempuran kata-kata
singkat menyusul. Engkau naik pitam dan kemudian pergi mengganti
kemeja. Setelah itu engkau kembali dan melihat adik perempuan mu
sedang menghabiskan sarapan sambil menangis dan siap berangkat ke
sekolah. Dia ketinggalan bis sekolah. Istrimu harus segera berangkat
kerja. Engkau segera menuju mobil dan mengantar adik mu ke sekolah.
Karena engkau terlambat, engkau mengendarai mobil melewati batas
kecepatan maksimum. Setelah tertunda 15 menit karena harus membayar
tilang, engkau tiba di sekolah. Adikmu berlari masuk. Engkau
melanjutkan perjalanan, dan tiba di kantor terlambat 20 menit,
dan engkau baru sadar, bahwa tas kerjamu tertinggal. Hari-mu begitu
buruk. Engkau ingin segera pulang. Ketika engkau pulang, engkau
menemukan ada hambatan dalam hubungan dengan istri dan adikmu. Kenapa?
Karena reaksimu pagi tadi.

Kenapa hari mu buruk?
a) Karena secangkir kopi yang tumpah?
b) Kecerobohan adikmu?
c) Polisi yang menilang?
d) Karena dirimu sendiri?
Jawaban-nya adalah D. Engkau tidak dapat mengendalikan tumpahnya kopi
itu. Bagaimana reaksi-mu 5 detik kemudian itu, yang menyebabkan hari
mu menjadi buruk.

Ini yang mungkin terjadi jika engkau bereaksi dengan cara yang
berbeda. Kopi tumpah di kemejamu. Adikmu sudah siap menangis. Engkau
dengan lembut berkata “Tidak apa-apa sayang, lain kali kamu lebih
hati-hati ya”. Engkau pergi mengganti kemejamu dan dan tidak lupa
mengambil tas kerjamu. Engkau kembali dan melihat adikmu sedang naik
ke dalam bus sekolah. Istrimu menciummu sebelum engkau berangkat
kerja. Engkau tiba di kantor 5 menit lebih awal, dan dengan riang
menyalami para karyawan. Atasanmu berkomentar tentang bagimana
baiknya hari ini buat mu.

Lihat perbedaannya. Dua skenario yang berbeda. Keduanya dimulai dari
hal yang sama, tapi berakhir dengan berbeda. Kenapa? Karena REAKSI
kita. Sungguh kita tidak dapat mengontrol 10% hal-hal yang terjadi.
Tapi yang 90% lagi ditentukan oleh reaksi kita.

Sumber: Tulisan Robert T. Kiyosaki, “Guide to Investing”
(edisi bahasa Indonesia sudah diterbitkan oleh Penerbit Gramedia,
Jakarta 2002).

Bersyukur dan menghargai potensi diri. Labelkan kebaikan pada diri kita. You are what you think, you are what you believe, you are what you do, you are what you choose to do.

Aku baru tahu bahwa mata, telinga dan hati ada untuk disyukuri… benar-benar baru tahu. “Dan Allah mengeluarkanmu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati agar, agar kamu bersyukur” Q.S. An Nahl:78

“Bila Anda ingin sehat, berolahragalah agar engkau sehat. Kita tidak bisa menyuruh orang lain berolahraga untuk kita agar kita sehat.” Jack Canfield, The Success Principles

Salah satu amal jariyah terbaik adalah menulis. Meski penulisnya mati, dan apabila tulisannya itu dibaca, ia akan terus mengalirkan pahala. “Jika anak Adam meninggal, maka seluruh amalnya terputus, kecuali tiga perkara: shodaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang selalu mendoakan kedua orangtuanya.” Mau shodaqoh jariyah, belum kerja. Mau anak shalih yang selalu mendoakan kedua orangtuanya, belum punya anak, suami aja belum ada calonnya. Jadi inget, sesuatu. Aku pernah bertanya pada temanku yang berbeda agama, “apakah hadiah terbaik dari seorang anak pada orangtuanya?” Wigati Astuti pun menjawab, jadi anak yang nurut sama orang tua, sholeh gitu dan mendoakan orang tuanya.. That’s the gift. A prayer!

Jadi, mungkin sekarang baru pada tahap berbagi ilmu yang bermanfaat. At least I’m trying to do something.. hehe..

“Barang siapa yang menyelesaikan ksulitan seorang mukmin dari berbagai kesuitas dunia, niscaya Allah akan memudahkan berbagai kesulitannya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan, niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat.” See?! Tak ada pengorbanan yang sia-sia bila tujuannya tepat dan ikhlas.

Selamat buat engkau wahai orang-orang bijak, yang tahu diri bahwa dirinya tidak tahu.

Kesalahan terbesar adalah bila engkau berusaha meluruskan dan membenahi kehidupan yang ada di sekitarmu, tapi engkau meninggalkan kekacauan dalam hatimu. Musthafa Shadiq ar-Rafi’I, Wahyu Al Qalam

Rasullullah bersabda, “Apabila engkau melewati taman-taman surga, berlabuhlah disana.” Ada sahabat yang bertanya, “Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab, “ Majelis-majelis ilmu”.

Sama seperti ITB di mataku sekarang. ITB, IMA G dan dunia perkuliahan di dalam kampus dan luar kampus yang baru kuketahui keindahannya baru-baru ini. Seperti intan permata betaburan di sana sini menggegerkanku dengan kedahsyatan ilmu yang menunggu untuk kupetik. Saking banyaknya, tak sangguplah diri ini mengikuti dinamika kesempatan-kesempatan berharga ini. Saking banyak pula info, fakta, kebenaran, ilmu dan pengetahuan yang menunggu untuk kurealisasikan menjadi kenyataan. Karena semua info, fakta, kebenaran, ilmu dan pengetahuan itu hanya akan menjadi bagian dari lembaran-lembaran imaji yang serasa utopis. Dan inilah bagian tersulitnya. Sulit menjadi lebih dari sekedar tahu atau mengerti. Jika mulai melakukan itu baik. Jika sudah melakukan akan lebih baik jika mengajak. Hingga sebuah perubahan positif menjadi kasat mata. Kubaca notes orang lain (lagi). Katanya, Indonesia akan baik setelah generasi yang memimpin bukanlah generasi hasil sekolah yang dipimpin oleh Pak Harto. Atau pemerintahan terbebas dari orang-orang yang pernah bersamanya. Kapankah itu? Katanya sekitar 2040. True or not? I have no idea.

Menabung adalah menahan keinginan kecil untuk bisa mewujudkan suatu cita-cita besar.

“Barangsiapa tidak menyibukkan diri dengan kebaikan, niscaya akan disibukkan oleh keburukan.” (Hikmah)

(dari  Happy Ending Full Barokah oleh Solikhin Abu Izzuddin, dengan penyesuaian)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 7, 2010 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: