inhale every moment

everything has it's inspiring story

Allah’s everyday gift for me – 050710

Aku tak begitu suka berbicara dan kau tahu itu. Aku akan merasa gelisah ketika mengucapkan hal yang seharusnya, idealnya, sepatutnya, sebaiknya, semestinya, dan lain lain itu, ketika aku sendiri TIDAK melakukannya atau TIDAK atau belum memulai hal yang seharusnya, idealnya, sepatutnya, sebaiknya, semestinya, dan lain lain itu, dari hal yang kecil, dari diri sendiri atau dari saat ini. Sakit rasanya. Sakit mengetahui bahwa yang telah dilakukan tak brbanding lurus dengan apa yang diketahui. Semua hanya diketahui dan belum mulai dipraktekkan. Begitulah aku, tak ingin banyak berkata.

Dan sekarang yang bisa kulakukan hanyalah berbagi. Membagikan sesuatu yang kuketahui. Mungkin harus jujur. Bukan jujur, tapi terus terang bahwa dengan segala rasa menyesal tetapi dengan berat hati pula, saya belum melakukan apa yang saya katakan atau apa yang saya ketahui berupa hal yang seharusnya, idealnya, sepatutnya, sebaiknya, semestinya, dan lain lain itu.

Hanya bisa berbagi apa yang telah saya pelajari. Ya, begitulah. Berbagi apa yang telah saya pelajari. Saya tak mengajarkan orang lain atau menyuruh seseorang melakukan sesuatu, saya hanya berbagi. Hanya berbagi. Mengapa hanya bisa berbagi? Mengapa tak memberi contoh? Mengapa tak memulai sesuatu? After all, apa yang kita lakukan dengan nyata memberi pesan jauh lebih banyak daripada apa yang kita ucapkan. Kau dan aku tahu, seseorang yang melakukan kebaikan berbicara lebih keras pada kita untuk ikut melakukan kebaikan itu daripada orang yang menyuruh melakukan kebaikan itu meski disertakan ribuan informasi akurat tentang baiknya kebaikan itu. Begitulah dahsyatnya keteladanan. Menurutku begitu. That’s why whoever you are, you are an example. Kau dan aku dengan semua yang kita lakukan adalah contoh bagi orang lain. Siapapun itu. Baik itu adikmu yang meniru dirimu, adik orang lain, atau temanmu, atau seseorang di jalan, atau orang yang melihatmu di televisi, atau siapapun. Memang berat. Sungguh berat. Itulah mengapa setiap dari kita adalah pemimpin. Kita memimpin diri untuk hal-hal yang kita lakukan. Apapun itu, siapapun itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 7, 2010 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: