inhale every moment

everything has it's inspiring story

Allah’s everyday gift for me – 160610

Adakah suatu kesia-siaan? Apa maksud dari ketika sesuatu yang kau cari ternyata tidak kau temukan? Apa itu menjadi terbuang sia-sia?

Saya merasa berada di dunia maya. Dunia fana ini seperti dunia maya. Bahkan dunia maya yang sebenarnya (internet) jauh lebih maya lagi. Menurut Harun Yahya, dunia hanya ada di otak kita. Semua yang kita persepsi hanyalah hal-hal yang benar-benar bisa (lolos) dari penginderaan kita. Dunia yang sebenarnya tidak pernah kita ketahui. Yang kita tahu hanyalah hal-hal yang berhasil lolos masuk ke dalam otak kita melalui perangkat perangkat yang kita miliki entah dari siapa dan bagaimana sebenarnya ia bekerja dan mengapa ia mau bekerja. Bayangkan hal-hal apa saja yang bisa masuk melalui serabut-serabut berukuran amat kecil? Kurasa hanya hal-hal tertentu saja(informasi)  yang memang dikhususkan bisa melalui serabut saraf yang kta gunakan saat ini. Hal-hal yang ‘dikhususkan’ bisa masuk ini pun jumlahnya amat banyak dan tak semua mampu dimuat di otak ini (ilmu pengetahuan yang bisa digali di seantero jagat raya yang pernah/berhasil manusia ketahui).

Maksud saya adalah saya terbatas. Mungkin sesungguhnya saya takkan pernah tahu sebeneranya dunia seperti apa yang saya singgahi saat ini, saya hanya bisa mengetahui yang memang terizinkan (dikhususkan) untuk diketahui.

Terkadang saya berpikir. Mungkin saya sebenarnya hanya sendirian dan apapun siapapun yang saya temui (yang saya piker saya benar2 temui) tak pernah ada. Mereka hanya ada karena kehebatan indera-indera yang memberikan saya informasi-informasi khusus ini. Jadi apapun siapapun itu hanyalah memainkan perannya dan membiarkan saya sendirian dengan apapun yang saya lakukan baik itu merespon apapun siapapun itu ataupun tidak.

Dengan memikirkannya seperti ini, saya merasa bahwa semua ada di tangan saya untuk memutuskan apa yang saya lakukan. Semua terasa bahwa dunia ini bukan tentang aku dan kau atau aku dan manusia dan makhluk, ini tentang aku dan Tuhan.

Huh. Berat.

Today I was wrong. Wrong for being on time. Why are things aren’t on time when I am. I guess I have to be smarter in deciding when to be late and when to be on time. Or should I always try to be on time?

I learned sign language today in Sahabat Kota.

The first thing I get is that there’s a whole wide world out there that I don’t know. Too many things out there that I don’t know. Ada pepatah yang mengatakan bahwa orang pintar adalah orang yang merasa dirinya bodoh. Orang bodoh adalah orang yang merasa pintar. Ada juga yang bilang, saya bijak karena saya tidak tahu. Probably it was Aristoteles? Meita my friend would know about this.

The second thing is the Mighty Lord created human in many ways. In ways I don’t understand. In ways I don’t ever know. And I feel like I don’t have the right to jugde. The right to judge whether one is better than the other, because of my limited knowledge.

It’s always fun to know many people with differences. And those differences made my knowledge about the spectrum of people increases.

I learned the alphabet of sign language of Bandung and American and a little bit on daily speeches.

It’s a fun experience..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 19, 2010 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: