inhale every moment

everything has it's inspiring story

Allah’s everyday gift for me – 090610

Seeing the pale and tired face of my mother, I want to give her more. I want to give a lot and end every other thing that’s making a wall between me and being beside her. I love her. Sometimes, I can only see the bad things about her and forgetting the million gifts she had willingly gave me. I sometimes miss that part. I’m just not that aware. Think only negative things. Bad girl.

Lord, I want You to know. I love my mom. And I love You for giving her to me.

I see a complete difference in the way my mom teaches me and the way my dad does it. Mom doesn’t let me make any mistakes. So when I get something done not to good, she’ll handle the rest and let me watch the right way to do it. My dad, he lets me do all the work and let me make mistakes to learn from. Whatever the technique, I highly appreciate their love and attention.

My friend, Faizal, once said, “Dads forgive you when you say sorry, mums forgive even before you said sorry.”

Cerita Tentang Komunitas Taman Kota

Sore ini saya bertandang ke Dipatiukur 65 pav, Markas Komunitas Sahabat Kota. Pada awal pertemuan, saya dan pendengar lainnya diberi tugas berkelompok untuk membuat gambaran tentang aktifitas apa yang memungkinkan ada di sebuah taman untuk anak-anak dan menggambarkannya pada sehelai kertas besar. Saya mengajukan usul pada kelompok saya untuk memberikan perosotan (serodotan, apapun deh) di tempat itu. Saya pun langsung dibantah oleh teman sekelompok saya bernama Unang yang sepertinya sudah sangat akrab dengan komunitas Taman Kota ini. “Bukan barang-barang, tapi kegiatan,” tuturnya.

Saya kemudian mengusulkan kegiatan mendongeng. Sherly mengusulkan menanam. Dan setelah permainan / tugas itu usai, saya sadar bahwa yang diminta adalah aktivitas di dalamnya dan bukan barang fisik yang membuat orang beraktivitas disana.

Saya belajar sesuatu yang sangat terbalik dengan apa yang diajarkan di jurusan saya, Arsitektur. Saya terjebak pada pemikiran bahwa  ketika melihat suatu ‘lost space’, dengan menambahkan sesuatu yang arsitektural, akan menambah nilai ruang tersebut. Namun, hari ini, saya dibantah. Yang membuat suatu ‘lost space’ hidup adalah kegiatannya. Itulah pesan utama yang saya dapat dari komunitas Taman Kota.

Mengajak anak kecil bermain. Lebih tepatnya adalah mengajak anak-anak belajar dengan metode bermain adalah kegiatan yang dikembangkan komunitas Taman Kota. The lost space is their media. Knowing nowadays it’s getting harder to find a wide open space for children to play in. And the best news is that we don’t really need some tangible real objects to do so in making activities for children and filling lost space at the same time.

Jadi, komunitas ini menghidupkan lost space dengan membawa kegiatan kedalamnya, bukan dengan cara menyimpan sebuah barang fisik.

Won’t it be better if it has both? The activity as the core and physical form as its complementary. Sometimes, it works the opposite too..

I wrote a note about this. Sri typed my note and uploaded it in facebook. Here it is.

Bintang tamu Sahabat Kota kali ini: Komunitas Taman Kota
Bermarkas di jalan padasuka, di belakang studio lukis Jeihan
merupakan komunitas yang mengajak anak-anak untuk mengisi ruang-ruang kosong di Bandung dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat (taman sebagai tempat berkegiatan apapun)
selain itu juga mendorong komunitas/ warga sekitar untuk memanfaatkan taman.

Kegiatan-kegiatan:
Sekolah Taman 8 pagi: Kaulinan Budak (mainan anak)
Mendorong anak-anak untuk ‘jujur dan bertanggung jawab’
mendorong anak-anak untuk berinisiatif membuat peraturan mereka sendiri
(disiplin) berdasarkan kesenangan, kegembiraan misalnya, ada pojok karya untuk meningkatkan kretivitas anak.
Pendidikan untuk orang tua, misalnya masalah sampah
Berbagai workshop
Pokoknya kegiatan yang menyenangkan dengan media apapun, tanpa butuh uang
misalnya bongkar muat: barang tak terpakai di transform menjadi barang apapun yang berguna

how to join?
Datang langsung ke markasnya dekat Saung Mang Udjo
Mereka juga berkegiatan di Balubur
tiap sabtu jam 2 s/d malam

acaranya bervariasi; nonton bareng, ‘Lapak Haratis’ komunitas Punk (gelar barang-barang gratisan dengan esenssi you need no money to have something), ‘Food not Bomb’ komunitas Punk (masak bareng thrown away vegetables yang dianggap tak layak dipasarkan karena bentuknya yang kurang indah lalu mengolahnya menjadi masakan siap saji dan dibagikan kepada pengemis dan pengamen -kalo tidak salah-, ), PAS, Bird Conservation (BiCon)

Thank you Sri Suryani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 19, 2010 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: