inhale every moment

everything has it's inspiring story

Allah’s everyday gift for me – 060610

Saya menyepelekan waktu. Bersantai dan berleha meski ku tahu ku akan terlambat. Just like the commercials. Kenapa harus on time ketika semua orang ngaret? Itu sangat bergantung pada penghargaanmu pada dia yang kau janjikan. Begitulah orang akan menghargaimu. Caramu menghargai akan identik dengan bagaimana orang menghargaimu. Lebih tepatnya adalah bagaimana menghargai diri sendiri untuk tampil di depan diri dan orang lain sebagai orang yang menghargai.

T empat yang kupilih adalah tempat dengan pemandangan terbaik. Tempat ini tak biasa ditempati perempuan sepertiku. Bahkan aku amat terasa berbeda di situ. Aku merasa menuruti keinginanku adalah sebentuk penghargaan diriku terhadap diriku sendiri. Aku pun melakukan hal ini walau tak  ada yang sependapat atau terpikirkan untuk melakukan hal yang sama denganku.

Mungkin begitu. Aku berbeda dan dianggap berbeda karena cara pendangku yang juga berbeda. Namun, semuanya bisa dimengerti andai saja memang ada usaha untuk membiarkan pengertian masuk. Maksudku adalah, membiarkan adanya perbedaan dan berusaha mengerti mengapa berbeda dan tidak terlalu banyak berprasangka terlebih dahulu ataupun menilai tanpa mau membuka diri untuk tahu mengapa perbedaan itu terjadi.

Kubaca buku dan kudapatkan the 10 000 hours rule. Seorang menjadi sukses bukanlah tanpa kerja keras. Justru kerja keraslah yang membuat mereka sukses. Ketika seseorang menerapkan konsep 10 000 jam dengan konsisten dalam bidang apapun, ia akan menjadi expert dalam bidang itu. The Beatles telah berlatih dan tampil ribuan jam sebelum mereka berhasil membuat lagu-lagu legendarisnya. Begitu pula dengan Bill Gates yang telah mulai bergerak sejak di bangku SD.

Selain konsistensi, pemanfaatan peluang jugalah penting. Berada di tempat yang tepat pada saat yang tepat kemudian memanfaatkannya adalah keuntungan yang luar biasa besar!

Memandang lukisan buatan Tuhan Yang Maha Esa yang terpatri dalam lansekap Puncak Bogor disertai sedikit campur tangan manusia namun tetap termaafkan, terasa amat menyejukkan hati. Tak jarang ku terpana dengan kecantikan wajah seseorang di televise dengan berbagai manipulasi efek , namun hal itu sudah mulai membosankan. Sekarang aku memiliki pilihan lain. Pilihan untuk melihat indahnya dunia. Dunia yang nyata.

Malam ini ku lakukan sesuatu yang tak biasa dengan teman2ku. Ku dapat tertawa keras hingga suaraku serak, persis seperti ketika usai sejam atau dua bernyanyi di studio music untuk ‘ngeband’. Kami melakukan permainan ‘bodoh’. Permainan bodoh yang kreatif dan membuat saya tertawa terus menerus. I guess it’s not a ‘bodoh’ game. Terima kasih Ganesha Gunadharma and friends!

I had a headache. So went to sleep earlier.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 19, 2010 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: